Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

IJABI Sulsel Kecam Penyebaran Pin Nabi Muhammad

Andi Aisyah , Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2009 |05:11 WIB
IJABI Sulsel Kecam Penyebaran Pin Nabi Muhammad
A
A
A

MAKASSAR - Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJABI) Sulawesi Selatan, mengecam keras peredaran pin dan stiker bergambar Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Selama ini IJABI tidak pernah setuju dan sependapat  dengan keberadaan gambar visual yang diklaim sebagai Nabi Muhammad SAW itu.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum IJABI Sulsel Syamsusddin Baharuddin di Makassar, Jumat (16/9/2009). Syamsuddin mengatakan, pihaknya tidak pernah membenarkan dan menyetujui penyebaran klaim gambar nabi itu.

"Beredarnya gambar itu di masyarakat dapat menimbulkan keresahan di kalangan umat Islam. Keberadaan pin itu akan berdampak kurang baik bagi dakwah dan syi'ar agama. Wajah Nabi Muhammad SAW tidak bisa digambar, apalagi oleh manusia jaman sekarang," tegas Syamsuddin.

Selain itu, Syamsuddin membantah keterkaitan Irianto dan Bahanda dengan IJABI. Menurutnya, kedua orang yang sempat dimintai keterangannya oleh  pihak kepolisian itu bukanlah aktivis IJABI seperti yang sempat dilansir beberapa media lokal dan nasional.

"Bahanda dan Irianto bukanlah angota ataupun aktifis IJABI Sulsel. Kalaupun mereka memiliki pin itu karena mungkin diperoleh di tempat lain," pungkasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah media melansir jika penyebar pin Nabi Muhammad adalah anggota IJABI. IJABI sendiri merupakan organisasi massa beranggotakan para pecinta ahlulbait (keluarga Nabi Muhammad) yang oleh kebanyakan orang disebutkan ssebagai aliran Syi'ah.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement