JAKARTA - Sejumlah nama kian santer dihembuskan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Mulai dari Soeharto, Gus Dur, dan kini mertua Presiden, almarhum Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Lantas apa tanggapan dari Presiden?
"Tentu Presiden sudah mengetahui. Artinya usulan dari komponen masyarakat itu ada pertimbangan-pertimbangannya," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldri Pasha di istana kepresidenan, Jakarta, Senin (11/1/2010).
Disinggung mengenai sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas usulan agar mertuanya dianugerahi gelar pahlawan, Julian menjelaskan, bahwa pemerintah akan melihat dari peraturan perundangan yang berlaku.
"Kita menghormati setiap komponen bangsa untuk mengusulkan orang menjadi pahlawan nasional. Tetapi kita tahu bahwa negara ini kan memang ada mekanisme. Kalau memang semua sesuai prosedur kita lihat bahwa ada peraturan undang-undang nomor 29 tentang gelar, tanda kehormatan. Kalau memang sesuai peraturan dan kriteria yang beraaku kita akan lihat nanti kemungkinan-kemungkinan itu," urai Julian.
Julian juga menegaskan jika seandainya Sarwo Edhie Wibowo layak diberikan gelar pahlawan, hal itu bukan semata-mata karena hubungan keluarga dengan Presiden.
Almarhum Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo diusulkan menjadi pahlawan nasional oleh angkatan 1966.
Usulan tersebut mencuat dalam acara silaturahmi aktivis angkatan 1966 dan peringatan 44 tahun Tritura di Gedung Pertemuan Graha Tirta Siliwangi Jalan Lombok, Minggu 10 Januari.
Ketua Panitia Pertemuan Sutopo Troenokromoro mengatakan, sampai sejauh ini pihaknya baru mengupayakan rencana tersebut. Terkait nilai-nilai kepahlawan ayahanda Ani Yudhoyono itu, kata Sutopo, Sarwo Edhie memiliki andil besar dalam proses Tritura.
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.