Puluhan Kuburan Cina Dijarah

Ibnu, Koran SI · Rabu 14 April 2010 05:11 WIB
https: img.okezone.com content 2010 04 14 340 322373 wcC4NAthDI.jpg Ilustrasi

CIREBON - Puluhan kuburan warga keturunan Tionghoa, di kompleks pemakaman Kutiong, Kampung Sitopeng, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, diduga dirusak dan dijarah orang tak dikenal.

 

Aksi pengrusakan puluhan kuburan warga keturunan oleh orang tak dikenal tersebut berawal saat, Tandino Watmaja, 54 warga Jalan Panjunan No 10-12 RT 03 RW 08 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

 

Tandino semula berniat ziarah ke kuburan kedua orangtuanya di Komplek Pemakaman Kutiong. Ia kaget lantaran melihat makam leluhurnya sudah hampir rata dengan tanah, dirusak orang tak dikenal.

 

Kondisi yang sama terjadi pada sejumlah kuburan lainnya. Tandino kemudian melaporkan peristiwa itu ke sejumlah tokoh, termasuk organisasi perkumpulan warga keturunan, PSMTI.

 

Setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, Selasa (13/4/2010), Tandiono didampingi sejumlah pengurus PSMTI Cirebon dan sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon pun mendatangi Mapolresta Cirebon untuk melaporkan aksi pengrusakan tersebut.

 

Setelah menerima laporan dari Tandiono, petugas dari kepolisian Resor Kota Cirebon langsung melakukan olah TKP. Aksi pengrusakan sejumlah kuburan diduga sudah terjadi sejak lama.

 

Para pelaku diduga akan mencari harta benda dalam kuburan tersebut. Tidak hanya harta benda, material bangunan seperti kayu dan batu bata yang digunakan kerap kali diambil untuk dijual. Bahkan saat petugas melakukan olah TKP, beberapa barang bukti berupa tumpukan batu bata bekas bongkaran pagar tampak masih tertata rapi.

 

Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat, N Djoko Poerwanto yang ikut mendampingi pelapor mengungkapkan, kedatangan korban bersama pengurus PSMTI ke Polresta tak lain untuk meminta polisi untuk mengusut tuntas aksi pengrusakan tersebut.

 

"PSMTI melaporkan kejadian ini agar masyarakat juga mengerti dan bisa sama-sama menjaga," ungkap Djoko.

 

Hingga saat ini tambah Djoko, pihaknya belum berhasil mendata total kuburan yang diduga menjadi korban pengrusakan atau penjarahan, namun jumlahnya diperkirakan puluhan makam. "Diharapakan kedepan tidak akan ada lagi aksi-aksi liar tersebut," tambah Djoko.

 

Sementara itu Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi, Ary Laksmana Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, saat ini kasus tersebut tengah ditangani dan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini