nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selamat Tinggal Kereta Api Parahyangan...

Gin Gin Tigin Ginulur, Jurnalis · Senin 26 April 2010 14:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 04 26 340 326431 ckyzf5ffBu.jpg Foto: infoka.kereta-api.com

BANDUNG - Mulai Selasa (27/4/2010) besok, KA Parahyangan resmi berhenti beroperasi. Kereta api yang beroperasi sejak tahun 1971 ini mengalami kerugian sebesar Rp36 miliar.  

 

Sebagai gantinya, PT KA Daop II Bandung meluncurkan KA Argo Parahyangan dengan jumlah enam gerbong. Kereta tersebut awalnya merupakan KA Argo Gede yang dimodifikasi dengan menambah 1-2 gerbong KA Parahyangan.

 

“Jasa kereta api adalah bisnis. Ketika salah satu usahanya tidak bisa menghasilkan lagi, maka itu tidak mungkin dipertahankan. Namun atas permintaan dan masukan masyarakat, PT KA akan menggantikannya dengan KA Argo Parahyangan dengan tarif Rp50 ribu,” kata Kepala Humas PT KA Daop II Bandung, Bambang S Prayitno.

 

Bambang menambahkan, sesuai jadwal, KA Argo Parahyangan akan berangkat lima kali sehari dari Bandung. Dia menambahkan, PT KA akan melakukan evaluasi jika permintaan kelas bisnis meningkat. Kita akan melakukan evaluasi. Jika permintaan jumlah gerbong KA Argo Parahyangkan meningkat, bisa ditambah atau sebaliknya, kata dia.

 

Sebelumnya, Vice President Pemasaran Angkutan Penumpang PT Kereta Api (KA) Husein Nurrony mengatakan, KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta terus merugi sejak jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) dibuka. “Dari evaluasi tahun 2009 lalu, setiap tahun merugi Rp 36 miliar,” kata Husein Nurrony.

 

Menurutnya, selama ini PT KA mengoperasikan dua kereta untuk rute Bandung-Jakarta, masing-masing, Parahyangan dan Argo Gede. Setiap harinya, masing-masing kereta melayani enam keberangkatan dari Bandung dan sebaliknya. “Okupansi rata-ratanya sekitar 50-60 persen, padahal kalau mau untung harus di atas 80 persen,” kata dia.

 

Husein membantah anggapan kalau pihaknya tidak mengakomodasi kebutuhan penumpang kelas menengah ke bawah dengan menghapus perjalanan KA Parahyangan. Selama ini, kata dia, PT KA masih mengoperasikan KA Serayu untuk kelas ekonomi dari Pasar Senen, Jakarta ke Kiaracondong, Bandung sebanyak dua kali setiap harinya.

 

Meski menghapus perjalanan kereta yang sudah ada sejak tahun 1971 itu, PT KA melakukan ekspansi pasar dengan membuka pelayanan KA Malabar jurusan Bandung-Malang. Husein memaparkan kereta yang nantinya membawa dua gerbong eksekutif, tiga gerbong bisnis, dua gerbong ekonomi plus, dan satu gerbong barang ini direncanakan mulai beroperasi pada tanggal 30 April mendatang.

 

“Jadi ini bisa melayani penumpang yang ingin satu kali naik kereta ke Kediri, Tulung Agung, Blitar, dan Malang,” pungkas Husein.

Selamat tinggal Kereta Api Parahyangan, selamat tinggal kereta kenangan...

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini