Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siswa Medan Lolos Tes MIT AS

Nina Rialita , Jurnalis-Senin, 14 Juni 2010 |10:40 WIB
Siswa Medan Lolos Tes MIT AS
Ilustrasi: ist.
A
A
A

MEDAN – Lagi-lagi putri asal Kota Medan meraih prestasi membanggakan. Kali ini, alumni SMA Sutomo 1 Ivana Polim berhasil masuk ke salah satu kampus terbaik di dunia, yakni Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat (AS).

Gadis cantik kelahiran 27 Februari 1992 ini lolos setelah mengikuti sejumlah seleksi cukup berat dan rumit. Peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional di Makassar 2008 ini terpilih pada Maret 2010. Minggu, 13 Juni, kemarin, gadis yang akrab disapa Ivana ini menceritakan proses dirinya masuk universitas terbaik dunia versi Webometrics itu kepada harian Seputar Indonesia. ”Saya daftar pada Desember 2009 lalu dan ujian atau tes masuk ikut di Singapura. Saya ujian Oktober dan ikut ujian TOEFL. Pada November saya ikut SAT Subject Tes, yaitu tes matematika, fisika, dan kimia,” paparnya.

Peraih medali perak International Chemistry Olympiad (IChO) 2009 ini mengungkapkan, selain ujian beruntun itu, dia juga harus mengirimkan enam esai atau tulisan dan empat surat rekomendasi dari kepala sekolah, guru kimia, guru bahasa Inggris, dan dosen pembina olimpiade sebagai bahan pertimbangan.

”Akhirnya saya diterima pada 14 Maret 2010 untuk jurusan chemical engineering (teknik kimia),” ungkapnya. Ivana mengaku sudah ada tujuh mahasiswa asal Indonesia yang akan kuliah di MIT. ”Saya merupakan orang Medan kedua yang diterima. Orang Medan pertama merupakan kakak kelas saya Rudy Handoko Tanin, peraih medali emas olimpiade fisika IPhO 2007 dan 2008,” tandasnya. Buah hati pasangan Johan Polim dan Nella ini mengaku sangat senang masuk universitas ternama itu.

Meski begitu, dia belakangan jadi excited bercampur gugup. ”Excited-nya karena saya akan masuk ke suatu lingkungan dan bergaul dengan mahasiswa yang luar biasa. Gugupnya karena khawatir saya kewalahan dengan kurikulumnya yang katanya sangat sulit dan bikin stres,” tuturnya. Lagipula, gadis yang ingin jadi ilmuwan ini mengaku terpaksa melepaskan kesempatan mewakili Sumut di Olimpiade Sains Internasional 2010 di Jepang. Tentu saja penggemar Harry Potter sedih tidak bisa ikut.”Sebenarnya sayang sekali harus melepaskannya. Padahal, saya ingin ikut, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Soalnya,saya harus mengurus banyak hal sebelum berangkat dan semuanya bentrok dengan jadwal pelatihan olimpiadenya,” ungkapnya.

Meski begitu, dia merasa beruntung karena kedua orangtuanya memahami pilihannya. Sebab, dia tak bisa melakukan dua hal dalam waktu yang bersamaan. ”Saya beruntung bisa masuk MIT, ini berkat semua pihak, termasuk semua guru dan orangtua. Masuk MIT sebuah kebanggaan karena kampus ini yang terbaik untuk teknik. Kalau tidak dengan beasiswa, biayanya akan sangat mahal.Saya akan belajar dengan baik di MIT,” paparnya. Untuk jadwal kuliah,akan dimulai Agustus 2010. Dari seniornya, Ivana sudah mendapatkan gambaran betapa ketat dan sulitnya kuliah di MIT.Pada tahun pertama, setiap mahasiswa sudah diharuskan melakukan penelitian dan mengikuti seminar. ”Di MIT kita dituntut bukan hanya bagus dalam akademis, juga dalam sosial dan olahraga,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Hasan Basri bangga ada anak Medan atau Sumut bisa kuliah di kampus terbaik dengan jalur beasiswa. ”Ivana dikenal selama ini langganan juara Olimpiade Sains, kami juga berharap sekolah, seperti SMA Sutomo terus mampu menciptakan lulusan terbaiknya. Hal yang sama seperti SMA-SMA yang lain. Sebab, ini juga merupakan kebanggaan tersendiri bagi sekolahnya,”pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement