Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Inu Kencana Ogah Balik ke IPDN

Gin Gin Tigin Ginulur , Jurnalis-Kamis, 05 Agustus 2010 |10:42 WIB
Inu Kencana Ogah Balik ke IPDN
blogspot (ilustrasi)
A
A
A

BANDUNG – Sebagai mantan dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Inu Kencana Syafiie rupanya mengaku enggan kembali mengajar di kampus yang berada di Jatinangor Sumedang. Menurut Inu, IPDN hanyalah kisah masa lalu. Ia pun mengaku tak pernah merindukan masa-masa mengajar di IPDN.
 
“Kalau kondisinya di IPDN itu ada anak orang dibunuh, seks bebas, dan narkoba, tidak mungkin saya kangen. Saya memang suka mengajar Ilmu Pemerintahan. Tapi tidak di IPDN. Saya bisa mengajar di tempat lain selain IPDN,” kata Inu kepada okezone, Rabu (4/8/2010) malam.
 
Meski enggan mengajar di IPDN, Inu mengaku tetap memperhatikan mantan kampusnya tersebut. Bahkan, kata dia, hampir setiap hari handphone miliknya dipenuhi pesan singkat yang isinya menceritakan tentang kondisi IPDN saat ini. Selain itu, kata dia, beberapa wartawan juga masih intens mengontak dia sekadar meminta pendapat tentang IPDN.
 
“Saya masih tetap menerima SMS tentang IPDN. Kadang-kadang dari wartawan juga. Waktu ada mahasiswa IPDN yang tewas gara-gara minuman keras (miras) saya juga mendapat SMS. Jadi meski saya sudah tidak di IPDN, cerita-cerita tentang IPDN masih tetap saya peroleh,” tandas Inu.
 
Inu Kencana memulai karirnya sebagai dosen IPDN (dulu STPDN) sekitar tahun 1996. Kemudian, sejak tahun 2003 ia secara intens mulai membongkar kasus-kasus kebobrokan di IPDN. Terakhir, Inu ikut membongkar kasus kematian seorang praja IPDN Cliff Muntu tahun 2007 lalu. Kasus tersebut menyeret beberapa petinggi IPDN hingga ke pengadilan.
 
Aksi Inu Kencana yang dinilai vokal dalam menyuarakan kebenaran di kampus IPDN berdampak buruk pada karirnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Setelah kasus Cliff Muntu mencuat, Inu disingkirkan dari IPDN.
 
Ia kemudian dimutasi ke Depdagri dan tak mengajar lagi di IPDN. Akhirnya, Inu pun mundur dari pekerjaannya itu, tanpa mendapat uang pensiun.
 
Tiga tahun menghilang, pria kelahiran Kota Nagari Simalanggang Provinsi Sumatera Barat ini ternyata mengaku sempat merasa terpuruk. Ia kehilangan pekerjaannya sebagai dosen sehingga hanya mengandalkan honor ceramah untuk membiayai hidup keluarganya. Dalam tiga tahun itu, Inu pun sempat beberapa kali melamar ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement