Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Peringatan Hirosima Nagasaki (1)

Hancurnya Jepang oleh 2 Serangan Bom Atom

Fajar Nugraha , Jurnalis-Senin, 09 Agustus 2010 |13:30 WIB
Hancurnya Jepang oleh 2 Serangan Bom Atom
Hiroshima usai di bom atom (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Pada 1945, dunia berada di ambang berakhirnya Perang Dunia II. Jepang yang dianggap sebagai sekutu dari Nazi, Jerman, menjadi pihak yang diincar oleh tentara sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS). 

AS berusaha menghentikan Perang Dunia II di Asia, dengan menjatuhkan bom atom di dua kota di Jepang, yakni Hiroshima dan Nagasaki.

Bom pertama dijatuhkan oleh Negeri Paman Sam pada 6 Agustus 1945. Mereka menggunakan bom atom yang kekuatannya setara dengan 20 ribu ton TNT. 
Tak pelak bom yang dijatuhkan pertama kali di Kota Hiroshima tersebut menyebabkan kota tersebut rata dengan tanah, disertai dengan tewasnya puluhan ribu warga Hiroshima. 

Di saat masyarakat Jepang berduka dengan insiden yang berlangsung di Hiroshima, tiga hari kemudian Jepang kembali dikejutkan dengan bom atom kedua yang dijatuhkan AS. Kali ini, bom dahsyat itu menyerang Kota Nagasaki.

Pesawat pengebom B-29 milik Angkatan Udara AS Enola Gay, lepas landas dari Tinian, Marianas, pada pukul 02.45 pagi waktu setempat, pada 6 Agustus 1945. Pesawat yang diawaki oleh 12 kru ini, membawa bom atom yang nantinya akan dilesakan ke kota Hiroshima.

Dipimpin oleh Kolonel Paul Tibbets, Enola Gay, berangkat dalam sebuah operasi rahasia menuju Jepang. Pesawat ini dikawal oleh dua pesawat lain yang membawa kamera dan berbagai macam alat pengukuran lain. 
Di badan pesawat Enola Gay, tergantung sebuah bom atom sepanjang tiga meter yang nantinya digunakan sebagai senjata pencabut nyawa warga Hiroshima.

Bom yang diberi nama "Little Boy" dibuat dengan bahan dasar uranium-235 sebuah isotop radioaktif dari uranium. Uranium-235 ini, dihasilkan dari riset yang nilainya miliaran dolar AS. AS sendiri mengambil risiko kegagalan yang cukup besar dalam penggunaan bom ini, mengingat "Little Boy" belum pernah melewati proses uji coba sekalipun.

Menarik menilai, keputusan Pemerintah AS menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima, setelah sebelumnya mereka mempertimbangkan empat kota sebagai target. Empat kota tersebut, antara lain Hiroshima, Kokura, Nagasaki dan Niigata (Kyoto menjadi pilihan pertama sampai pada akhirnya dihapuskan dari daftar target oleh Menteri Perang AS Henry L Stimson).

Komite yang mengurusi target serangan bom atom ini menginginkan bom pertama yang dijatuhkan, harus menjadi target penting agar dunia internasional menyadari publikasinya saat dijatuhkan pertama kali.

Pada 6 Agustus 1945, akhirnya Enola Gay berhasil menjatuhkan bom atom pertama ke Kota Hiroshima. Sekira pukul 08.15 waktu setempat, bom tersebut akhirnya menghancurkan kota pelabuhan tersebut. 
Sersan George Caron, menggambarkan efek ledakan tersebut yang menimbulkan awan berbentuk jamur sebagai sebuah pemandangan yang mengerikan. Awan panas itu diperkirakan menyentuh ketinggian hingga 40 ribu kaki dari permukaan darat.

Hampir seluruh Kota Hiroshima hancur dan rata dengan tanah akibat bom ini. Sejauh tiga mil dari pusat ledakan, sekira 60 ribu dari 90 ribu bangunan yang ada di kota tersebut hancur luluh. 

Tidak seperti operasi pengeboman lainnya, target dari serangan ini bukanlah instalasi militer melainkan seluruh kota. Bom atom yang melanda Hiroshima sendiri menyebabkan warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak selain prajurit. 

Saat insiden itu terjadi, populasi di Hiroshima diperkirakan mencapai 350 ribu, 70 ribu diantaranya tewas seketika akibat pengeboman sementara 70 ribu lainnya tewas akibat radiasi dalam waktu lima tahun setelah pengeboman. 

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement