JAKARTA - Hingga saat ini aktivitas Gunung Merapi tak memperlihatkan tanda-tanda akan berkurang. Bahkan hingga saat ini Gunung Merapi masih mengeluarkan awan panas atau yang dikenal dengan Wedus Gembel.
Awan panas ini terjadi karena muntahan yang dikeluarkan oleh Gunung Merapi. "Ada awan panas dengan tinggi 8 Km ke atas tegak," ucap Kepala Seksi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknoloi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Sri Sumartie saat dihubungi okezone, kamis (4/11/2010).
Lebih lanjut Sri menambahkan bahwa arah anginlah yang dapat mengarahkan awan panas tersebut. "Kalau pagi tadi ke arah barat," sambungnya.
Selain itu, lahar dingin yang berisikan material muntahan Merapi sangat deras melaju ke sungai yang berhulu dari Gunung Merapi di sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Barat Laut. Beberapa sungai yang dapat dialiri lahar yakni, Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Senowo.
Seperti diketahui, warga diminta menjauh dari kawasan rawan bencana (KRB) III atau 15 Km dari puncak Merapi karena aktivitas lahar dan awan panas yang sudah lebih jauh menjangkau.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.