Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Raja Thailand Alami Gangguan Pencernaan

Aulia Akbar , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2012 |07:01 WIB
Raja Thailand Alami Gangguan Pencernaan
Foto : Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (telegraph)
A
A
A

BANGKOK - Raja Thailand Bhumibol Adulyadej menjalani perawatan setelah dirinya merasakan rasa sakit di bagian perutnya. Raja Bhumibol juga diduga mengalami gangguan pencernaan pada Sabtu pekan lalu.

Kerajaan Thailand mengatakan, gangguan pencernaan mulai dirasakan oleh Raja Bhumibol pada Sabtu pekan lalu. Sang raja juga tampak bernapas lebih cepat daripada biasanya. Demikian seperti diberitakan Associated Press, Senin (16/1/2012).

Dokter pun melakukan rontgen dengan sinar x dan melihat adanya gangguan pencernaan di bagian bawah perutnya. Menurut dokter gangguan pencernaan yang dialami oleh Raja Bhumibol merupakan penyakit yang umum rasakan oleh seorang manula. Saat ini, raja berusia 84 tahun itu diberikan sejenis obat anti-biotik. Kondisi Raja Bhumibol juga mulai stabil pada Minggu kemarin.

Pada September 2009 lalu, Raja Bhumibol juga sempat masuk rumah sakit karena mengalami radang paru-paru. Raja Thailand itu harus menjalani terapi fisik dan mengkonsumsi makanan-makanan bergizi agar kesehatannya pulih.

Raja Bhumibol merupakan alah seorang raja yang telah lama berkuasa. Dirinya juga dianggap sebagai setengah dewa oleh masyarakat Thailand. Pria yang lahir di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) itu sudah berkuasa di Negeri Gajah Putih sejak 1946 silam.

Sang Raja Thailand bahkan menjadi kepala negara terlama yang pernah berkuasa di Thailand. Dirinya juga dianggap cerdas untuk mengatur kesejahteraan petani dan buruh.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement