Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Protes Bakar Kitab Suci, 26 Warga Terluka

Fajar Nugraha , Jurnalis-Rabu, 22 Februari 2012 |19:01 WIB
Protes Bakar Kitab Suci, 26 Warga Terluka
Protes warga Afghanistan di Kabul (Foto: Reuters)
A
A
A

KABUL - Baku tembak terdengar di beberapa kota di Afghanistan, menyusul terjadi protes pembakaran Alquran yang dilakukan militer North Atlantic Treaty Organization (NATO). Mereka melakukan protes di pangkalan militer NATO.


Pihak Kedutaan Besar AS di Kabul mengatakan, sudah mengamankan staf mereka. Selain itu, seluruh staf juga dilarang untuk melakukan perjalanan di seluruh Afghanistan. Demikian diberitakan Reuters, Rabu (22/2/2012).

Sekira dua ribu warga Afghanistan terlibat dalam aksi protes menentang NATO. Pasukan keamanan setempat terpaksa melepaska tembakan ke arah pengunjuk rasa setidaknya di empat wilayah Kabul.

Akibatnya, 26 warga Afghanistan dikabarkan terluka dalam kejadian ini. Menurut keterangan saksi, asal tembakan diduga dari sebuah mobil militer asing yang diparkir di luar pangkalan militer Bagram. 

Tidak jelas siapa pelaku penembakan ini. Pihak keamanan NATO (ISAF) menolak untuk memberi komentar mengenai penembakan tersebut. 

Tetapi, sekelompok pengunjuk rasa di sekitar Kabul hingga Jalalabad, mengaku bahwa pihak kepolisian Afghanistan yang melakukan aksi penembakan. 

Insiden pembakaran Alquran membuat kondisi di Afghanistan saat ini bergejolak. Seorang pejabat militer AS mengatakan bahwa kitab suci yang dibakar itu menyisipkan pesan esktrimis.

Sebelumnya Komandan Pasukan NATO Jenderal John Allen telah meminta maaf atas kejadian ini. Dirinya menilai insiden itu adalah tindakan ketidaksengajaan.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement