JAKARTA - Seseorang yang mengalami trauma berat setelah diperkosa sesama jenis bisa berubah orientasi seksualnya. Perubahan ini biasanya karena selama diperkosa, korban juga merasakan kenikmatan dan jika berulang-ulang, justru timbul rasa nyaman.
Demikian penjelasan psikiater Tsania B Hermawan menanggapi pengakuan Mujianto, penyuka sesama jenis yang juga tersangka pembunuhan berantai di Nganjuk, Jawa Timur. Mujianto melalui pengacaranya Yumiran mengaku Mr J pernah memperkosanya sehingga dia menjadi gay.
Perkosaan tersebut, menurut kata Yumiran, terjadi dua tahun lalu saat Mujianto bekerja sebagai pembantu di rumah Mr J. Guru sebuah SMP negeri itu memaksa Mujianto melayaninya saat sedang tidur di malam hari.
Mr J mengancam akan memecat Mujianto jika tidak mau diajak berhubungan badan. Sebaliknya jika Mujianto mau melayaninya dia akan dibelikan sepeda motor. Sejak itu, Mujianto mengaku menjadi sasaran pelampiasan nafsu Mr J.
Menurut Tsania, dalam beberapa kasus memang ada ditemukan korban perkosaan yang berubah orientasi seksualnya. “Peristiwa traumatis bisa mengakibatkan beberapa akibat, misalnya saat diperkosa dia ada sexsual need, sehingga merasakan kenikmatan-kenikmatan. Akhirnya, orientasi seksnya berubah atau minimal biseksual,” katanya dalam perbincangan dengan okezone, Kamis (23/2/2012).
Meski demikian, Tsania mengingatkan agar polisi meneliti kembali pengakuan Mujianto tersebut. “Saat seseorang memberikan keterangan di polisi, saat terancam, apa yang dibicarakan harus ditelaah kembali kebenarannya mengingat dia sedang terancam,” katanya.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.