NEW DELHI - Demonstrasi berskala nasional dilakukan oleh serikat buruh, termasuk yang berafiliasi dengan Pemerintah India. Ratusan warga pun tampak berdemo karena kesejahteraan mereka mulai terancam.
Sebanyak 11 serikat buruh mendukung aksi protes yang menantang Perdana Menteri Manmohan Singh dan para pejabatnya.
"Ini merupakan peristiwa bersejarah, untuk pertama kalinya serikat buruh bersatu untuk melancarkan aksi protes menentang kebijakan Pemerintah India terhadap para buruh," ujar Sekretaris Jendral Kongres Serikat Buruh India Gurudas Dasgupta, seperti dikutip AFP, Selasa (28/2/2012).
Beberapa di antara serikat buruh menuntut sebuah status pegawai tetap terhadap 50 juta buruh kontrak, memprotes naiknya biaya hidup dan kebijakan ekonomi yang dicetuskan Pemerintah India pada umumnya.
"Kami akan berikan waktu kepada pemerintah untuk mendiskusikan masalah ini. Untuk saat ini, demonstrasi adalah opsi yang dapat kami lakukan. Kami bertarung untuk hak kami, melawan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat," imbuhnya.
Pemerintahan Singh sudah ternodai dengan adanya skandal dan perilaku korup yang dilakukan oleh sejumlah pejabat tinggi Negeri Bollywood. Pada Senin kemarin, sektor transportasi, perbankan, dan pelayanan masyarakat diserang demonstrasi yang dimulai pada tengah malam.
Di Kota Kolkata, banyak kantor bank yang ditutup, begitu pula pertokoan dan beberapa sektor usaha lainnya. Taksi dan becak pun ikut melakukan aksi mogok kerja.
Meski demikian, di kota-kota besar, aktivitas tetap berjalan dengan lancar. Di New Delhi, tingkat kemacetan justru berkurang dan para warga pun tampak berada di stasiun kereta.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.