Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Naikkan harga BBM, bukti kegagalan pemerintah

Ferdinan (Okezone) , Jurnalis-Rabu, 29 Februari 2012 |12:15 WIB
Naikkan harga BBM, bukti kegagalan pemerintah
Ilustrasi
A
A
A



Sindonews.com - Meski menjadi partai koalisi, Wakil Ketua DPR, Anis Matta menolak opsi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Anis menyebut kenaikan harga merupakan bukti kegagalan pemerintah mengelola keuangan fiskal.

"Kenaikan ini adalah cara pemerintah mengalihkan beban anggaran ke rakyat. Sebenarnya masih bisa diatasi kalau pemerintah antisipatif sejak dua tahun lalu," katanya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Menurut dia, pemerintah sebenarnya masih mengantongi opsi lain dibanding menempuh kebijakan menaikan harga yang diusulkan menjadi Rp1.500 per liter. "Yang pertama hentikan semua pemborosan di pemerintah. Kedua, masalah kebocoran anggaran. Itu masalah besar sampai sekarang," imbuhnya.

Kenaikan harga BBM subsidi, lanjut Anis, makin memberatkan masyarakat. Dampak yang paling terasa dengan kenaikan ini adalah melambungnya harga sembako termasuk memicu kenaikan harga Tarif Dasar Listrik (TDL).

Dia menambahkan skema kompensasi atas kenaikan harga BBM bersubsidi tidak banyak membantu mengurangi beban masyarakat. Anis bahkan menyebut kompensasi dalam wujud Bantuan Langsung Tunai (BLT) rawan dijadikan alat kampanye pemerintah.

"Dikompensasi dengan BLT tidak seimbang juga. Makanya kita tidak mau mengambil risiko dari pembebanan ini ke rakyat. Misalnya April dinaikkan, itu seterusnya akan menciptakan konflik sosial yang sangat besar," tandas Sekreatris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini. (bro)


(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement