nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amankan demo BBM, TNI buka luka lama

Hasan Kurniawan (Sindonews), Jurnalis · Sabtu 24 Maret 2012 17:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 03 24 448 599066 ho1DeYSKol.jpg Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Melibatkan TNI dalam mengamankan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM menunjukkan ketakutan Pemerintah yang berlebihan. Lebih buruk, keterlibatan TNI dalam pengamanan aksi demonstrasi dinilai hanya akan membuka luka rakyat pada zaman orde baru.

"Hati-hati, ini bisa memicu kemarahan rakyat. TNI jangan mau dilibatkan kembali untuk melindungi sikap dan kebijakan politik golongan tertentu," ujar aktivis Taligeni Jeppri F Silalahi dalam rilisnya kepada Sindonews, Sabtu (24/3/2012).

Ditambahkan dia, aksi demonstrasi besar-besaran menolak kenaikan BBM yang akan dilangsungkan pada 27 Maret 2012 nanti bukanlah tindakan anarkis. Sebab, anarkis itu tidak percaya dengan sistem demokrasi.

"Justru demonstrasi yang dilakukan oleh sebagian besar elemen mahasiswa, buruh, bahkan dari partai oposisi PDI Perjuangan nanti adalah memperbaiki sistem demokrasi," terang aktivis yang di penjara pada 2008 karena menolak kenaikan harga BBM ini.

Yang anarkis itu, tambah dia, adalah kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM tanpa terbuka untuk memperdebatkan secara terbuka untuk mencari solusi alternatif.

"Ketika tidak membuka ruang perdebatan tersebut dan cenderung menghalalkan segala cara dengan melibatkan TNI di jalanan, hanya menunjukkan sikap arogan dan otoriter pemerintah. Demokratisasi menjadi mundur dan kembali ke zaman orde baru," tukasnya. (san)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini