Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menyesal Bunuh Aktivis, Polisi Lakukan Bunuh Diri

Fajar Nugraha , Jurnalis-Jum'at, 27 April 2012 |19:30 WIB
Menyesal Bunuh Aktivis, Polisi Lakukan Bunuh Diri
Foto: Orange
A
A
A

PHNOM PENH - Militer Kamboja mengatakan, seorang polisi menembak mati seorang aktivis lingkungan. Usai melakukan aksinya, pelaku pun melakukan bunuh diri karena rasa bersalahnya.


Penembakan ini terjadi di sebuah hutan, saat Chut Wutty tengah mengambil foto dimana diduga terjadi kasus pembalakan liar. Kasus pembalakan ini, diketahui dilakukan oleh sebuah perusahaan milik China, yang hendak membangun waduk.

Insiden terjadi saat seorang petugas polisi memerintahkan Chut Wutty menghentikan pengambilan foto yang dilakukannya di Ratana. Kemudian petugas polisi itu terlibat perdebatan sengit dengan Wutty.

"Saat mengetahui Chut Wutty tewas, dia (petugas polisi) melakukan aksi bunuh diri dengan senjatanya sendiri," ujar juru bicara Kepolisian Militer Kamboja Kheng Tito, seperti dikutip Associated Press, Jumat (27/4/2012).

Kematian dari Direktur LSM Perlindungan Sumber Daya Nasional ini, memicu kemarahan dari kelompok pemerhati HAM dan Lingkungan. Beberapa aktivis lainnya, menilai pelaku pembunuhan sebagai pembunuh berdarah dingin.

Awalnya, ada dugaan kedua belah pihak sempat terlibat baku tembak. Namun menurut Kheng Tito, pistol yang dibawa oleh Chut Wutty masih berada di dalam mobilnya. Hal ini membuktikan tidak ada aksi baku tembak terjadi antara aktivis dengan polisi itu.

Kelompok Amnesty Internasional mengatakan, Chut Wutty menerima ancaman atas aktivitasnya. Kelompok itu mendesak agar segera dilakukan penyelidikan atas apa yang terjadi.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement