Sindonews.com - Seorang yang diduga kuat sebagai pemimpin kelompok Alqaeda di Yaman tewas. Ia tewas setelah menjadi sasaran serangan pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat.
Seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Senin (7/5/2012), pria yang dikabarkan bernama Fahd al-Quso adalah pemimpin suku di timur Yaman. Ia tewas setelah drone AS menembakan dua buah rudal. Selain Fahd ada pria lain yang tewas dalam penyerangan ini.
Fahd menjadi target AS karena ia diduga terlibat dengan pemboman kapal perang USS Cole pada 2000 lalu. Kapal perang itu diserang di Pelabuhan Aden dengan mengunakan perahu yang diisi bahan peledak. Akibat serangan itu, 17 pelaut AS tewas sementara 40 orang lainya mengalami luka-luka.
Kematian Fahd dibenarkan pihak Alqaeda dan Kedutaan AS untuk Yaman. Sebelumnya, pemerintah AS telah menawarkan USD 5 juta atau senilai Rp 46 miliar (USD 1 = Rp. 9200) kepada siapa saja yang memberikan informasi untuk membantu proses penangkapan Fahd.
Seorang pejabat AS menyambut baik kesuksesan operasi penyerangan teroris ini. Kepada wartawan AFP, pejabat AS mengatakan Fahd telah mempersiapkan penyerangan bagi AS dan juga pemerintah Yaman.
Pemerintah AS secara formal tidak pernah mengakui telah melakukan serangan kepada kelompok Al-qaeda dengan mengunakan drone. Sepanjang tahun ini, AS dikabarkan telah melakukan delapan kali penyerangan.
Sebelumnya dikabarkan dalam The washington post, Central Intelegen Agency (CIA) telah meminta otorisasi pepada pemerintah Yaman untuk melakukan serangan dengan memakai drone.
(Andrianto W. Widodo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.