KUALA LUMPUR - Pimpinan oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, Pemerintah Malaysia mencoba untuk mengalihkan isu kecurangan pemilu dengan memberikan dakwaan kepada oposisinya. Anwar pun menyebut dakwaan itu tidak memiliki bukti yang jelas.
"Jelas sekali, ini adalah kasus politik. Perdana Menteri Najib Razak berniat untuk menghindar dari isu utama di Malaysia, yaitu isu penipuan," ujar Anwar, seperti dikutip ABC, Selasa (22/5/2012).
"Seluruh isu di Malaysia adalah tentang penipuan atau kecurangan pemilu. Saat ini, Najib ingin ikut dalam pemilu dengan menggunakan sistem yang sama dan menghindari isu korupsi," imbuhnya.
Anwar dipastikan akan muncul di pengadilan hari ini setelah dituduh menciptakan kerusuhan di Malaysia. Anwar juga diklaim memprovokasi para demonstran agar menerobos barikade polisi di Dataran Merdeka.
Pada April lalu, puluhan ribu demonstran melakukan aksi protes untuk menuntut adanya perubahan Undang-Undang pemilu Malaysia. Para demonstran dihadapkan oleh tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian di Kota Kuala Lumpur.
Pria berusia 64 tahun itu dibebaskan dalam dakwaan kasus sodomi pada Januari lalu, setelah mendekam di penjara selama enam tahun. Anwar juga menyebut dakwaan sodomi sebagai tindakan yang digunakan Pemerintah Malaysia untuk menyingkirkannya di ranah politik.
Meski demikian, beberapa pengamat menilai, Pemerintah Malaysia akan mengalami masalah yang serius bila mereka terus menekan Anwar. Simpati warga terhadap koalisi fraksi oposisi akan semakin meningkat dan hal itu akan memberikan peluang bagi oposisi untuk memenangkan pemilu.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.