CINERA - Aparat kepolisian Spanyol menembaki sekira 200 orang pekerja tambang dengan peluru karet. Kerusuhan itu dimulai pada akhir pekan lalu, para pekerja tambang juga menyerang polisi dengan menggunakan roket buatan dan ketapel.
Para pekerja tambang juga tampil dengan perisai buatannya yang digunakan untuk memblokir jalanan yang ada di dekat pedesaan. Kerusuhan itu semakin memanas ketika polisi mencoba untuk menghancurkan barikade itu secara paksa. Beberapa pekerja tambang menembakkan bazoka rakitan dan melempar batu ke polisi.
Sementara itu, polisi yang mengenakan rompi anti-peluru memasang tamengnya dan melepaskan tembakan peluru karet ke para demonstran. Aparat keamanan itu akhirnya menarik diri dari Kota Cinera karena tidak sanggup mengatasi serangan para pekerja tambang yang berang itu.
"Kami tidak akan berhenti. Mereka akan lelah sebelum kami," ujar para demonstran, seperti dikutip Russia Today, Rabu (20/6/2012).
Hingga saat ini, belum jelas berapa orang pekerja tambang dan polisi yang terluka akibat bentrokan itu. Beberapa desa dan kota tambang di Spanyol sudah menggelar demonstrasi sejak Pemerintah Spanyol memutuskan untuk memotong subsidi sebesar 60 persen.
Para pekerja tambang batu bara pun marah dan berdemonstrasi. Aksi yang mereka lakukan terbukti melumpuhkan arus lalu lintas di Provinsi Asturias dan Leon. Mereka membuat barikade-barikade dengan ban mobil yang dibakar.
Menurut serikat buruh, kebijakan penghematan itu dinilai membahayakan kinerja 8 ribu pekerja tambang di Negeri Matador. Pemerintah Spanyol pun mengatakan, kebijakan pemotongan subsidi itu ditujukan untuk mengatasi defisit anggaran negara.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.