Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Negara Sedang Rusuh, PM Spanyol Nikmati Cerutu di New York

Aulia Akbar , Jurnalis-Jum'at, 28 September 2012 |10:01 WIB
Negara Sedang Rusuh, PM Spanyol Nikmati Cerutu di New York
Foto : PM Spanyol bakar cerutu (itv)
A
A
A

NEW YORK - Foto Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang sedang menikmati cerutu di New York, Amerika Serikat (AS), cukup menuai kritik. Rajoy seolah mengabaikan negaranya yang sedang dilanda protes besar-besaran.

Juru bicara Rajoy pun mengatakan, kepala pemerintahan Negeri Matador itu memiliki agenda yang sangat padat di New York. Rajoy harus berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengadakan konferensi pers.

Namun munculnya foto tersebut cukup meramaikan jejaring sosial Twitter. Banyak warga Spanyol yang menyamakan Rajoy dengan Putri Marie-Antoinette yang dipenggal saat Revolusi Prancis, karena kehidupannya yang terlalu glamor. Demikian, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (28/9/2012).

Saat ini, banyak warga Spanyol yang kehilangan pekerjaannya akibat krisis ekonomi dan pemotongan anggaran negara. Kegemaran Rajoy dalam menghisap cerutu tampaknya akan menjadi sumber kemarahan warga.

Spanyol juga berniat memberlakukan kebijakan penghematan yang baru yang tentunya akan menyebabkan peningkatan pajak. rencana kebijakan itu terbukti memicu protes yang dilakukan warga di Plaza de Espana.

Negeri Matador itu pun masih berjuang untuk memenuhi komitmen Uni Eropa dalam memangkas defisit perekonomiannya dari 8,9 persen menjadi 6,3 persen. Pada 2013 mendatang, Spanyol juga harus menguranginya hingga mencapai 4,5 persen.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement