Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kampanye Anti-Skotlandia Merdeka Digelar

Aulia Akbar , Jurnalis-Senin, 25 Juni 2012 |18:02 WIB
Kampanye Anti-Skotlandia Merdeka Digelar
Foto : nationalturk
A
A
A

EDINBURGH - Kampanye berjudul "Lebih Baik Bersama" digelar di Skotlandia, kampanye itu merupakan kampanye yang tidak mendukung aksi pemisahan Skotlandia dari Inggris Raya. Menurut mantan Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling, kemerdekaan Skotlandia akan membawa dampak buruk.

"Kemerdekaan Skotlandia sama dengan memberikan tiket kepada seorang bocah Skotlandia menuju ketidakpastian. Keputusan yang kami buat tidak akan dapat ditarik kembali," ujar Darling di depan massa, seperti dikutip Channel 4, Senin (25/6/2012).

"Tidak akan ada jalan kembali, bila kita memutuskan untuk meninggalkan Britania Raya," tegasnya.

Partai Nasional Skotlandia (SNP) sebelumnya mengadakan poling dan mengklaim, hanya dua dari 10 warga Skotlandia yang setuju bila negaranya tergabung dalam Britania Raya. Meski demikian, hasil poling itu dibantah oleh Deputi Partai Konservatif Skotlandia Jackson Carlaw.

"Ini adalah bentuk dari keputusasaan SNP dan sayangnya, taktik ini mendapat dukungan yang cukup banyak," ujar Carlaw.

Kampanye pro-Skotlandia merdeka pun sudah digelar Mei lalu oleh kelompok nasionalis di kota yang sama. Selain SNP, Partai Hijau Skotlandia turut mendukung kampanye merdeka tersebut.

Kemerdekaan Skotlandia akan memunculkan sejumlah isu baru, yakni isu energi dan isu kerajaan. Skotlandia harus memilih apakah negaranya akan menjadi negara republik, atau tetap menjadikan Ratu Elizabeth II sebagai kepala negaranya.

Selain itu, Inggris pun masih menempatkan kapal selam nuklir di basis militer Laut Utara, Skotlandia. Perdana Menteri Inggris David Cameron juga berjanji untuk tetap mempertahankan Skotlandia dalam kesatuan Britania Raya.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement