Parlemen Skotlandia Sepakat Minta Referendum Kemerdekaan Kedua

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Rabu 29 Maret 2017 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 29 18 1653418 parlemen-skotlandia-sepakat-minta-referendum-kemerdekaan-kedua-IIPWgFfuxM.jpg Parlemen Skotlandia sepakat meminta referendum kemerdekaan kedua dari Inggris Raya (Foto: Russell Cheyne/Reuters)

EDINBURGH – Beberapa jam sebelum Inggris memulai proses perceraian dari Uni Eropa, Parlemen Skotlandia sudah menentukan sikap mereka terkait referendum kemerdekaan. Para legislator di Edinburgh sepakat untuk meminta referendum kemerdekaan kedua Skotlandia.

Seperti dimuat New York Times, Rabu (29/3/2017), sebanyak 69 anggota parlemen setuju untuk mengajukan permintaan referendum kedua, berbanding 59 anggota yang tidak setuju. Parlemen Skotlandia ingin referendum dilaksanakan sebelum Inggris selesai melakukan proses keluar dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan nama Brexit.

Perdana Menteri (PM) Inggris Raya, Theresa May, sudah pernah menolak permintaan referendum Skotlandia sebelum proses Brexit selesai. Referendum kemerdekaan Skotlandia memerlukan sejumlah dasar hukum yang harus disetujui oleh Theresa May.

Permintaan referendum kemerdekaan itu semakin menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam antara Inggris dengan Skotlandia. Sebagaimana diketahui, sebanyak 52% rakyat Inggris Raya memilih Brexit pada referendum Uni Eropa, 23 Juni 2016.

Akan tetapi, sebanyak 62% warga Skotlandia menghendaki agar Inggris Raya tetap berada di naungan Uni Eropa. Hasil serupa juga muncul di Irlandia Utara, di mana mayoritas menginginkan tetap bersama Uni Eropa. Hasil-hasil tersebut menunjukkan adanya perpecahan di tubuh Inggris Raya.

Skotlandia pernah mengadakan referendum kemerdekaan pada 2014. Saat itu, warga diberi tahu jika Skotlandia memilih meninggalkan Inggris Raya, mereka akan kehilangan tempatnya di Uni Eropa. Sebagaimana diketahui, rakyat Skotlandia akhirnya memilih untuk tetap bernaung di bawah Inggris Raya.

Tetapi kali ini tidak. Menteri Pertama Nicola Sturgeon bersikeras menyatakan bahwa warga Skotlandia memiliki hak penuh untuk memilih antara Brexit atau menjadi negara merdeka. Ia yakin bahwa kesepakatan soal Brexit baru akan terlihat pada musim semi 2018.

Sturgeon berpendapat warga Skotlandia berhak memiliki kesempatan untuk mencoba, lewat jalan kemerdekaan, tetap berada di Uni Eropa atau setidaknya tetap berada di pasar tunggal Uni Eropa. Namun, Theresa May memiliki kecenderungan untuk menggagalkan referendum kemerdekaan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini