NEW DELHI - India mengutarakan ketidaksetujuannya terhadap pembatalan konferensi panel Gerakan Non-Blok (GNB) di Ramallah, Palestina. Pembatalan konferensi itu dilakukan karena Israel menolak masuk empat menteri luar negeri dari negara yang tak mengakui Israel.
"Kami sangat tidak setuju dari peristiwa ini, hal itu menyebabkan kami tidak dapat mengutarakan solidaritas dengan warga Palestina," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Syed Akbaruddin, seperti dikutip PTI, Selasa (7/8/2012).
"Pertemuan ini adalah satu-satunya upaya kami untuk mendukung warga Palestina dalam mendapatkan haknya sebagai sebuah negara," tegasnya.
Pada saat konferensi itu dibatalkan, perwakilan India, Sanjay Singh sedang berada dalam perjalanan dari Yordania menuju Ramallah, yang ada di Tepi Barat. Pembatalan konferensi itu diumumkan pada Minggu malam karena Menteri Luar Negeri Indonesia, Bangladesh, Malaysia dan Kuba dilarang masuk.
Alasan Israel menolak masuk ke-empat menteri luar negeri itu didasarkan karena Indonesia, Malaysia, Bangladesh dan Kuba, tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Negeri Yahudi. Pernyataan itu dikeluarkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Yigal Palmor.
Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Timur Tengah turut kecewa kebijakan itu dan meminta Israel untuk meninjau ulang sikapnya. Tindakan itu pun dinilai sama dengan menyangkal hak Otoritas Palestina untuk menjalin hubungan atau kontak dengan komunitas internasional.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.