GAZA - Fraksi Hamas di Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok (KTT GNB) yang digelar di Iran. keputusan itu ditujukan untuk meredakan ketegangan Hamas dan Otoritas Palestina.
Juru bicara Hamas Taher An-Nunu melaporkan, Perdana Menteri Ismail Haniyeh sudah menerima undangan KTT GNB, namun Haniyeh berubah pikiran. Hamas tidak ingin kehadirannya di KTT GNB akan menciptakan kontroversi antara negara-negara Islam dan warga Palestina.
Bersamaan dengan itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menegaskan kembali, Palestina tidak akan membiarkan siapapun di luar Otoritas Palestina bertindak sebagai perwakilan rakyat Palestina. Demikian, seperti diberitakan IMEMC, Senin (27/8/2012).
Sementara itu menurut kantor berita Maan, Iran mengutarakan permintaan maafnya kepada Haniyeh, karena undangan yang diterima Hamas adalah undangan yang dilayangkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Sementara itu, Presiden Abbas justru menerima undangan dari Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
Namun laporan dari Arab48 menyebutkan, Kementerian Luar Negeri Iran menelpon Haniyeh pada Minggu kemarin dan mengkonfirmasi masalah undangan tersebut. KTT GNB itu dimulai pada Minggu kemarin, para menteri luar negeri negara-negara GNB siap menggelar pertemuan khusus pada Selasa besok.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.