Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bantu Konflik Etnis di Myanmar, Iran Siap Gunakan Pengaruh

Khairisa Ferida , Jurnalis-Selasa, 28 Agustus 2012 |08:40 WIB
Bantu Konflik Etnis di Myanmar, Iran Siap Gunakan Pengaruh
Warga Rohingya (Foto: AP)
A
A
A

TEHERAN - Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menyuarakan keprihatinannya terhadap kekerasan yang terjadi di Negara bagian Arakan, Myanmar. Salehi pun menegaskan kesiapan Teheran untuk membantu mengurangi ketegangan etnis di Myanmar.

Pernyataan tersebut disampaikan Salehi ketika melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Myanmar Wunna Maung Lwin.

"Iran siap mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Myanmar dan menggunakan pengaruh Iran untuk mengurangi ketegangan serta konflik etnis di kawasan Asia Selatan," ujar Salehi, seperti dikutip Trend, Selasa (28/8/2012).

Salehi juga menyatakan keprihatinannya terkait dengan opini yang terus berkembang di kalangan umat Muslim dunia atas kekerasan mematikan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Menlu Myanmar Maung Lwin menegaskan, negaranya berkomitmen untuk menghormati hak-hak semua etnis dan suku yang ada di negara itu tanpa terkecuali hak-hak etnis Rohingya.

Selama ini Pemerintah Myanmar menolak mengakui Rohingya dan mengklasifikasikan mereka sebagai migran ilegal. Kendati Rohingya diketahui merupakan keturunan Muslim Persia, Turki, Bengali dan Pathan yang bermigrasi ke Myanmar pada awal abad kedelapan.

Selain kekerasan yang terjadi di Myanmar kedua menlu juga turut membahas sejumlah isu bilateral dan kerjasama antar dua negara.

Menlu Myanmar tiba di Teheran akhir pekan lalu dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok ke-16 (KTT GNB) yang akan berlangsung pada 28-29 Agustus.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement