Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa Baru Wajib di Asrama

Mahasiswa Baru Wajib di Asrama
Image: Corbis
A
A
A

SEMARANG – Perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Semarang mewajibkan mahasiswa baru penerima Bidik Misi dan luar kota untuk tinggal di rumah susun mahasiswa (rusunawa). Kebijakan ini diterapkan Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

"Untuk (mahasiswa) yang Bidik Misi, baik dari jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) maupun ujian mandiri (UM) semua wajib. Sementara mahasiswa baru berasal dari luar kota sifat wajibnya adalah anjuran. Sebab, menampung seluruh jumlah mahasiswa baru yang berasal dari luar kota tidak cukup," papar Rektor Undip Prof. Sudharto P Hadi, kemarin.

Dari unit A, B, C, dan D masing-masing memiliki daya tampung sekitar 250–300 orang. Satu hunian dapat diisi tiga orang. "Bagi mahasiswa yang dari jalur Bidik Misi, mereka tidak akan dipungut biaya karena sudah ditanggung dari BidikMisi melalui dana bantuan biaya hidup. Sementara untuk umum, tiap hunian akan dikenakan biaya Rp600 ribu. Jika tiap hunian diisi dengan tiga orang, masing-masing orang akan dikenakan biaya senilai Rp200 ribu," ungkap Sudharto.

Biaya tersebut sudah meliputi kebutuhan listrik, air, dan sejumlah layanan lainnya. Rusunawa tersebut juga dilengkapi dengan free hotspot bagi mahasiswa. "Fasilitas lainnya adalah diberikan pendampingan bagi mahasiswa baru, baik pendidikan karakter, kepemimpinan, dan lainnya. Jadi akan ada materi khusus yang diberikan," paparnya.

Batas tinggal mahasiswa baru di rusunawa tersebut hanya satu tahun. Itu bertujuan rusunawa itu dapat ditempati mahasiswa baru selanjutnya. Dengan disediakannya rusunawa tersebut, mahasiswa baru terutama yang berasal dari luar kota tidak kesulitan mencari tempat tinggal.

Kebijakan serupa juga diterpakan Unimus. Seluruh mahasiswa baru diharuskan menempati asrama yang difungsikan sekaligus sebagai pesantren putri. "Rusunawa yang sudah ada baru dapat difungsikan bagi mahasiswi dan sudah berjalan dua tahunan dan kini memasuki tahun ketiga. Untuk yang putra, kami masih menunggu bantuan rusunawa dari pemerintah pusat yang saat ini tengah dalam proses," ujar Rektor Unimus Prof. Djamaludin Darwis.

Selain memberi kemudahan bagi mahasiswi baru yang berasal dari luar kota, ketentuan wajib menempati asrama tersebut juga dimaksudkan untuk menggembleng mereka dari sisi pendidikan agama. "Karena difungsikan sekaligus pesantren, jadi mereka akan dilatih berbahasa Arab, Inggris, serta penanaman ilmu agama. Setelah setahun, mereka akan dilepas dan digantikan dengan mahasiswi baru lainnya," katanya. (susilo himawan/koran si) 

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement