Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PM Norwegia Akui Lemahnya Sistem Penanganan Teror

Khairisa Ferida , Jurnalis-Selasa, 28 Agustus 2012 |19:02 WIB
PM Norwegia Akui Lemahnya Sistem Penanganan Teror
PM Norwegia Jens Stoltenberg (Foto: Bloomberg)
A
A
A

OSLO - Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg mengakui lemahnya sistem penanggulangan insiden pengeboman dan penembakan, yang menewaskan 77 orang pada 2011 lalu. Stoltenberg pun tanpa ragu menyampaikan permintaan maafnya di hadapan parlemen.

Dalam kesempatan yang sama PM Stoltenberg juga mengumumkan pembentukan sebuah pusat krisis baru, yang dapat memberikan pelayanan maupun informasi lebih cepat.

Sebelumnya sebuah laporan yang menyudutkan pemerintah dirilis. Laporan itu menuding Pemerintah Norwegia memiliki persiapan yang kurang siaga dalam menghadapi teror.

Operasi penyelamatan pun dinilai lambat sehingga menimbulkan banyak korban tewas. "Atas hal tersebut Saya minta maaf," ujar PM Stoltenberg, seperti dikutip Associated Press, Selasa (28/8/2012).

Pernyataan maaf PM Norwegia itu muncul setelah pengadilan menjatuhkan vonis 21 tahun penjara terhadap pelaku pembantaian, Anders Behring Breivik. Oleh pengadilan, Breivik pun dinyatakan waras dan tidak menderita skizofrenia paranoid.

Seperti diketahui pada 22 Juli 2011 lalu nama Breivik yang merupakan seorang ekstremis sayap kanan menjadi sorotan dunia setelah dua insiden pembantaian yang dilakukannya. Ia bersikeras membenarkan perbuatannya itu dengan mengatakan bahwa Islamisasi di Norwegia perlu segera dihentikan.

Kejadian pertama adalah pengeboman terhadap Kantor Perdana Menteri Norwegia yang menewaskan delapan orang. Sementara kejadian kedua adalah insiden penembakan terhadap 69 kader pemuda Partai Buruh Norwegia yang terjadi di Pulau Utoya.

(Rani Hardjanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement