SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan memperkenalkan sepeda listrik pada pameran otomotif dalam rangka memperingati Hari Teknologi Nasional di Bandung, Jawa Barat, Kamis (30/8/2012).
Sepeda listrik hasil karya dosen dan mahasiswa D-3 Teknik Mesin Fakultas Teknik UNS memiliki kemampuan jarak tempuh hingga 40 kilometer (km), dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam. Jarak tersebut ditempuh dalam sekali pengisian baterai selama tiga jam.
“Sepeda listrik itu berkekuatan 0,5 – 0,75 tenaga kuda, dengan menggunakan baterai lithium ion berdaya 36 volt dan kuat arus sebesar 15 Ampere,” ungkap dosen pembimibing perancangan sepeda listrik UNS Muhammad Nizam saat ditemui Okezone, di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah.
Pengembangan sepeda listrik tersebut, menurut Nizam, dalam rangka mendukung program green campus UNS. “Sekaligus untuk mengurangi polusi udara di area kampus UNS karena tahap pertama memang diutamakan untuk dikembangkan di lingkungan kampus UNS,” katanya menjelaskan.
Nizam mengatakan, sepeda listrik yang dipamerkan di Bandung memiliki dua jenis model, yaitu downhill dan seli (sepeda lipat). Untuk downhill memiliki berat sekira 60 kilogram (kg), sedangkan Seli berbobot sekira 45 kg.
Sepeda listrik yang dihasilkan UNS ini, kata Nizam, mengusung teknologi hybrid. Sepeda tersebut merupakan kombinasi antara sepeda kayuh dan motor listrik. “Artinya, bisa dipakai tanpa listrik, tetapi juga bisa dipakai dengan listrik,” tandasnya.
(Margaret Puspitarini)