Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konstitusi Baru Mesir Mulai Berlaku

Wahyu Dwi Anggoro , Jurnalis-Rabu, 26 Desember 2012 |09:55 WIB
Konstitusi Baru Mesir Mulai Berlaku
Presiden Mesir Mohammed Morsi (Foto: Guardian)
A
A
A

KAIRO - Presiden Mesir Mohamed Morsi, langsung memberlakukan konstitusi baru di negaranya sesaat setelah secara resmi mendapat persetujuan dari rakyat Mesir dalam Referendum. Hasil referendum menunjukkan sekitar 63,8 persen warga Mesir mendukung konstitusi baru tersebut.

Diberlakukannya konstitusi baru Mesir menimbulkan protes dari pihak oposisi Mesir. Kelompok oposisi menyatakan, jalannya referendum banyak diwarnai dengan kecurangan yang dilakukan oleh pihak penguasa.

Mereka juga menyebut konstitusi baru yang dimiliki oleh Mesir kurang cukup memberikan perlindungan kepada kelompok minoritas yang ada di negara itu.

Di lain pihak Morsi dan kelompok Ikhwanul Muslimin yang mendukungnya menyebut konstitusi baru tersebut telah cukup memberikan hak-hak yang diperlukan oleh kelompok minoritas. Morsi menegaskan, konstitusi baru ini penting artinya untuk menciptakan stabilitas politik di Mesir. Sejak terjadinya Arab Spring, Mesir silih berganti dilanda aksi protes besar-besaran yang dilakukan rakyatnya.

“Saya harap sekarang semua pihak di Mesir dapat bahu membahu membangun negeri ini, saya lihat konstitusi baru yang kita miliki ini adalah konstusi terbaik yang pernah berlaku di Mesir,” ujar seorang politisi senior Ikhwanul Muslimin Murad Ali, seperti dikutip oleh Sky News, Rabu (26/12/2012).

Sejak presiden Hosni Mubarak berhasil dijatuhkan dalam revolusi Arab Spring, kondisi politik di Mesir didominasi oleh kelompok Ikhwanul Muslimin. Pada pemilu parlemen Mesir tahun ini kelompok Ikhwanul Muslimin berhasil mendapatkan suara terbanyak.

Presiden Morsi sendiri merupakan tokoh yang berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin. Morsi diangkat menjadi presiden Mesir setelah ia mengalahkan kandidat dari kelompok sekuler pada pemilihan Juni lalu.

Setelah konstitusi baru Mesir diberlakukan banyak pihak memperkirakan Morsi akan mengadakan pemilu parlemen dalam waktu dekat. Parlemen Mesir yang terakhir dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi Mesir karena pembentukannya dianggap tidak memiliki dasar hukum. Diduga kelompok Ikhwanul Muslimin akan kembali mendominasi pemilu parlemen yang mendatang.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement