YANGON – Pemberontak Kachin menyatakan Sabtu (26/12013) lalu pasukan Myanmar berhasil menguasai pos militer penting milik pemberontak. Keberhasilan tersebut mebuat pasukan Maynmar tinggal selangkah lagi dapat menduduki markas pemberontak di Kota Laiza.
“Pasukan Myanmar berhasil menguasai pos militer tersebut setelah menurunkan 3000 tentaranya yang didukung oleh serangan udara dan artileri,” ujar juru bicara pemberontak Kachin, seperti dikutip Scotsman, Senin (28/1/2013).
Pihak pemberontak menyebut pasukan Myanmar telah menggempur pos militer di wilayah Hka Ya Bhum itu sejak seminggu yang lalu. Serangan tersebut dilakukan ditengah-tengah seruan gencatan senjata yang dikeluarkan oleh Presiden Thein Sein.
Pihak militer sendiri mengaku telah mengepung basis utama pemberontak Kachin di Kota Laiza sejak berminggu-minggu yang lalu. Namun militer Myanmar menegaskan mereka tidak memiliki niat untuk menduduki kota tersebut.
“Pemerintah telah melanggar seruan gencatan senjata yang dibuatnya, saya kira pasukan Myanmar sebenarnya berniat untuk menduduki Kota Laiza,” lanjut juru bicara tersebut.
Pemberontak Kachin adalah satu-satunya kelompok pemberontak di Myanmar yang belum memiliki kesepakatan gencatan senjata dengan pemerintah. Serangan pasukan Myanmar ke wilayah Kachin sendiri menimbulkan keprihatinan di dunia internasional yang sebelumnya memuji proses reformasi yang dilakukan Presiden Thein Sein di negara Asia Tenggara itu.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.