WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memuji bantuan Rusia dalam penyelidikan bom Boston. Pelaku bom Boston, Tamerlan dan Dzhokar Tsarnaev, memang berasal dari Rusia.
Hubungan kedua negara saat ini sebenarnya sedang buruk. Baik AS maupun Rusia tidak bisa menghilangkan rasa curiga yang terbentuk sejak masa Perang Dingin.
“Sulit mengubah rasa curiga yang telah lama terbentuk,” ujar Obama, seperti dikutip Associated Press, Rabu (1/5/2013).
Peristiwa bom Boston dijadikan AS sebagai momentum untuk memperbaiki hubungannya dengan Rusia. Pemerintah AS menyatakan, pihaknya ingin mempererat kerja sama penanggulangan terorisme dengan Negeri Beruang Merah itu.
Tsarnaev bersaudara adalah warga AS keturunan Chechnya. Selama ini warga Chechnya ditekan oleh Pemerintah Rusia karena berusaha memisahkan diri.
Pemerintah Rusia menganggap separatis Chechnya sebagai kelompok teroris. Namun AS dan negara-negara Barat lainnya menyebut separatis Chechnya sebagai kelompok separatis biasa.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan bom Boston membuktikan bahwa warga Chechnya adalah teroris. Dia pun meminta pihak Barat mengubah sikap mereka kepada separatis Chechnya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.