KUALA LUMPUR - Hari ini, Pemerintah Malaysia berhasil meraih kemenangan dalam pemilu parlemen, meski kursi yang mereka dapatkan tidak sebanyak pada 2008 lalu. Selaku pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim sebelumnya sudah menolak hasil pemilu itu.
"Ini merupakan pemilu yang kami pandang sebagai penipuan, Komisi Pemilu sudah gagal," ujar Anwar, seperti dikutip Straits Times, Senin (6/5/2013).
Pada Minggu malam, koalisi dari tiga partai oposisi yang dipimpin oleh mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia itu sudah cukup optimistis akan memenangkan pemilu. Namun pada kenyataannya, Barisan Nasional berhasil mengantongi 133 suara, sementara itu koalisi oposisi (Pakatan Rakyat) hanya mendapat 89.
Anwar pun mengklaim, Barisan Nasional mengontrol media dan sistem pemilu. Pemerintah Malaysia kerap dituduh menggunakan dana untuk kesuksesannya dalam pemilu.
Seperti diketahui, koalisi oposisi tidak berhasil memenangkan pemungutan suara di Kedah, yang dulu sempat dikuasainya pada 2008. Namun mereka berhasil meraih suara warga minoritas Malaysia seperti halnya warga China dan India, serta beberapa warga Melayu.
Setelah terdepak dalam panggung politik Pemerintah Malaysia 15 tahun yang lalu, Anwar Ibrahim memang selalu berupaya keras melakukan perlawanan. Saat ini, Anwar pun dianggap sebagai musuh dari koalisi Barisan Nasional.
"Saya bisa bertindak gila kadang-kadang, karena saya pernah mengalami berbagai hal. Tetapi saya hanya ingin membuktikan, kami bisa memimpin negara dengan pemerintahan yang baik, memberantas korupsi dan menjadikan Malaysia lebih dewasa dalam hal demokrasi," ujar Anwar, saat Pemilu Malaysia berlangsung.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.