NEW DELHI - Menteri Pertahanan India A.K. Antony mengatakan, negaranya tidak perlu mengerahkan militer untuk mengatasi pemberontak Maoist. India hanya mengerahkan 2 ribu personel paramiliter ke Chhattisgarth yang baru saja diserang oleh kelompok pemberontak itu.
Terkait operasi perlawanan itu, Pemerintah India dikabarkan sudah mengerahkan 30 ribu personel paramiliter. Keputusan pengiriman personel tambahan dilakukan karena munculnya insiden penyerangan yang menewaskan 27 warga termasuk di antaranya adalah mantan menteri dan pemimpin Partai Kongres.
Chhattisgarth adalah salah satu Negara Bagian India yang kondisinya masih rawan. Aktivitas kelompok Maoist cukup tinggi di wilayah itu. Nyaris 1.900 warga tewas dalam pemberontakan yang terjadi selama delapan tahun belakangan ini.
Dari ribuan orang itu, 570 adalah warga sipil dan 700 lainnya personel aparat keamanan. Dan sisanya adalah kader-kader dari kelompok Maoist tersebut. Demikian, seperti diberitakan PTI, Senin (27/5/2013).
Seperti diketahui, serangan yang terjadi pada akhir pekan lalu sangat dikecam oleh Pemerintah India. Ketua Partai Kongres Sonia Gandhi cukup terkejut dengan peristiwa itu. Gandhi pun membesuk para korban bersama Perdana Menteri Manmohan Singh
"Ini bukanlah serangan terhadap Partai Kongres atau pemimpinnya, ini adalah serangan terhadap nilai-nilai demokrasi," ujar Gandhi.
Para kelompok Maoist menggunakan senjata api dan ranjau darat untuk menyerang targetnya. Untuk saat ini, 37 warga dikabarkan terluka dan kebanyakan dari mereka mengalami luka yang cukup parah.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.