JAKARTA - Jusuf Kalla yang mendukung proses rekonsiliasi antara Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim membantah laporan mengenai keengganan Najib melakukan rekonsiliasi. JK menegaskan, komitmen Najib sudah terlihat dengan nyata.
"Siapa bilang! (Najib menolak rekonsiliasi). Dalam pidato pertama (Najib) pada tanggal 5 (Mei) menyatakan siap berekonsiliasi," tegas JK ketika ditemui wartawan di Kantor Sekretariat Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Selasa (28/5/2013).
Mantan Wakil Presiden RI itu juga berkomentar mengenai sikap Anwar Ibrahim yang masih enggan menyikapi hasil pemilu Malaysia dengan baik. JK mengingatkan kembali, kedua politisi itu sudah membuat kesepakatan terkait masalah pemilu.
"Bila Anwar tidak mengakui (hasil pemilu), berarti dia tidak mengikuti kespakatan. Nah justru kesepakatan itu diminta anwar sendiri," imbuh Ketua Palang Merah Indonesia itu.
"Sejak 5 Oktober, saya minta dua-duanya komit dengan persetujuan kita, oleh karena itu Najib terbuka dengan national reconciliation," paparnya.
Detail mengenai perjanjian rekonsiliasi itu dijelaskan sebelumnya oleh JK. Kepada The Wall Street Journal, JK menuduh Anwar mengingkari perjanjian awal rekonsiliasi sebelum pemilu berlangsung.
Menurut JK, perjanjian itu diraihnya pada 20 April lalu. Namun dengan protes yang dilakukan oleh Anwar bersama dengan kelompok oposisi Pakatan Rakyat, dianggap menjadi pelanggaran atas perjanjian rekonsiliasi itu.
Namun Anwar memiliki alasan tersendiri mengenai rekonsiliasi ini. Menurutnya, dia memang menandatangani rekonsiliasi tersebut tetapi melihat cara Pemerintah Malaysia yang dipimpin PN Najib mengatur pelaksanaan pemilu, dianggap Anwar sebagai pelanggaran atas rekonsiliasi.
Anwar hingga kini tidak menerima hasil pemilu yang memenangkan koalisi Barisan Nasional untuk mempertahankan kekuasaannya. Bagi Anwar, Pemerintahan Najib Razak telah melakukan kecurangan atas hasil pemilu
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.