JAKARTA- Suasana menjelang Pilkada Gubernur Lampung makin terasa panas. Pasangan yang diusung Partai Demokrat dan beberapa partai lainnya, Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri, diprediksi menjadi kuda hitam dalam pemilihan tersebut.
"Saat ini dia (Ridho) masih 34 tahun dan belum pernah jadi pejabat di pemerintahan. Maka, dia jadi sasaran empuk penyerang, karena dianggap “hijau” baik di dunia politik maupun birokrasi," kata pengamat pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Muhammad Afifudin, di Jakarta, Sabtu (10/8/2013).
Saat ini, rakyat Lampung, kata Afifudin menilai positif Ridho yang masih belum memasuki dunia birokrasi, karena dia dinilai bersih dari korupsi. Lebih lanjut dia menambahkan, jika ada kampanye negatif dalam Pilkada Lampung merupakan suatu yang wajar. Namun kampanye tersebut tidak mengandung SARA dan fitnah yang ditujukan pada salah satu pasangan.
"Saling serang dalam kampanye jelang pilkada merupakan hal yang wajar asal dilakukan dengan cara-cara yang fair dan tidak menonjolkan unsur SARA, serta fitnah,"bebernya.
Oleh karenanya masyarakat pemilih harus bisa memilah mana kampanye yang baik dan mana yang hanya fitnah belaka. "Disinilah pentingnya rekam jejak kandidat diketahui oleh masyarakat sebagai salah satu preferensi dalam menentukan pilihannya," katanya.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.