JAKARTA - Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahaa Dessouki mengingatkan kembali, pintu perbatasan Rafah adalah wilayah perbatasan Mesir dan Palestina. Israel sama sekali tidak memiliki andil untuk mengatur wilayah itu.
Komentar itu disampaikan Dessouki dalam wawancara khususnya dengan Okezone di kantor Kedubes Mesir, Jakarta, Jumat (21/6/2013) lalu. Berikut perbincangan Dessouki dengan Okezone:
Bagaimana proses pengaturan Perbatasan Rafah yang disepakati Israel dan Mesir?
Perbatasan Rafah adalah perbatasan Mesir dan palestina yang diatur oleh regulasi Mesir, Israel tak punya wewenang apapun dalam hal ini. Kami membiarkan warga Palestina menyeberangi perbatasan itu.
Mereka (warga Palestina) juga bisa memanfaatkan bandara El-Arish dan menggunakan Rafah untuk pulang ke Gaza atau bepergian ke luar negeri.
Selain Rafah, apa ada perbatasan lain?
Ada lima perbatasan lain yang menjadi perbatasan Palestina dan Mesir di antaranya adalah Karem Abu Salem.
Untuk perbatasan Rafah, Mesir tidak mengizinkan warga Palestina memanfaatkan perbatasan itu untuk mendistribusikan barang-barang seperti bahan pangan atau logistik lainnya.
Mengapa barang-barang atau produk pangan tidak boleh masuk lewat Rafah?
Kami tekan Israel untuk mengizinkan distribusi barang-barang itu lewat Karam Abu Salem yang diduduki oleh Israel. Setiap pengiriman barang harus diperiksa terlebih dulu oleh Israel hanya untuk memastikan bahwa tidak ada senjata yang disusupkan di balik barang-barang itu.
Dalam mengatur masalah perbatasan Mesir dan Gaza, Pemerintah Mesir juga menjalin kontak dengan Hamas selaku otoritas yang berpengaruh di wilayah tersebut. Sementara itu dengan Israel, Mesir turut mengkoordinasikan masalah pengamanan di Semenanjung Sinai.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.