DENPASAR - Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, terlihat sewot menanggapi keluhan sebagian masyarakat yang belum merasakan manfaat perhelatan KTT APEC di Nusa Dua, Bali.
Dalam berbagai kesempatan baik sebelum maupun sesudah KTT APEC digelar di Nusa Dua, Sudikerta selalu menekankan manfaat dan pentingnya perhelatan dunia itu bagi Bali untuk mendongkrak citra daerah serta sektor parwisata di mata internasional.
Karenanya, dia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Bali agar tetap kondusif sehingga penyelenggaraan KTT APEC berjalan lancar dan sukses. Optimisme masyarakat akan mendapat manfaat KTT APEC, membuat Sudikerta belum bisa menerima kenyataan ada warga yang mengeluh belum merasakan acara tersebut.
"Yang bilang, tidak mendapat manfaat dampak dari pelaksanaan APEC siapa?," tanya Sudikerta usai memimpin pertemuan dengan para pengusaha dan pimpinan BUMN di Kantor Guhernur Bali, Denpasar, Kamis (10/10/2013).
Menurutnya, KTT APEC dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama para pedagang. Selain itu, warga yang bergerak di industri pariwisata di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya juga merasakan nilai positifnya.
"Itu kan hanya orang-orang tertentu saja, saya kira semua mendapat manfaatnya," tukasnya.
Dia menyatakan tidak sependapat dengan anggapan perhelatan yang digelar 1-8 Oktober dan dihadiri para pemimpin dunia itu tidak bermanfaat bagi masyarakat.
"Itu sama dengan provokatif dan provokator namanya kalau ada orang yang bilang begitu," cetus Sudikerta yang juga Ketua DPD Partai Golkar Bali.
Beberapa pedagang kecil dan nelayan di kawasan Nusa Dua mengeluh karena selama digelarnya KTT APEC mereka tidak bisa beraktivitas karena akses ke Nusa Dua ditutup. Demikian pula beberapa usaha jasa penyewaan kendaraan sepi karena tidak banyak tamu yang memanfaatkan jasa mereka.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.