JAKARTA – Arogansi pengguna kendaraan yang melintas di pintu perlintasan kereta memang tak terbantahkan. Mereka kerap memaksa menerobos lantaran tidak sabar menunggu kereta yang melintas.
Hal itu seperti dialami Indra (31), petugas perawatan rel kereta api yang diberdayakan PT KAI untuk membantu pengaturan lalu lintas di pintu perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.
Baru dua hari bertugas, Indra menceritakan pernah dibentak oleh pengendara mobil. Kejadian itu bermula ketika ia mengatur laju kendaraan di lokasi pintu perlintasan.
Lantaran macet, dirinya menahan sebuah mobil untuk tidak jalan terlebih dulu sampai menunggu aba-aba darinya.
"Pernah, ada yang bentak saya, waktu saya ngatur lalu lintas. Kan saya bilang jangan maju dulu. Terus kata dia (pengendara), 'Kalau enggak mau macet jalan kereta jangan lewat jalan raya'. Terus saya balikin saja, 'Ya kalau gitu jalan rayanya saja yang jangan lewat rel kereta'," kata Indra saat berbincang dengan Okezone di pintu perlintasan Pondok Betung, Jumat (13/12/2013).
Tak berhenti sampai di sana, pengendara mobil itu justru mengeluarkan kata-kata kasar. "Dia juga sempat goblok-goblokin saya," ujarnya.
Dengan sabar Indra pun tidak memedulikannya. Ia memahami jika tugas mengatur lalu lintas di kawasan yang menjadi langganan macet itu tak mudah, karena pasti ada saja pengendara yang bandel alias susah diatur.
Sejak insiden kecelakaan di pintu perlintasan kereta Pondok Betung, PT KAI memang berupaya membantu mengurai kemacetan lalu lintas di lokasi tersebut. Salah satunya, mengugaskan Indra dengan sistem kerja dua shift. Mulai pukul 07.00–14.00 WIB dan pukul 14.00–21.00 WIB.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.