Pemalsu "Buku Kuning" Haji Diringkus Polisi

Amba Dini Sekarningrum, Okezone · Jum'at 07 Februari 2014 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 07 501 937560 nploojeL03.jpg

TANGERANG- Dua pelaku pemalsu International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV) atau buku kuning yang digunakan untuk bukti vaksinasi meningitis bagi calon jamaah haji dan umroh berhasil dibekuk Satreskrim Polres Bandara Soekarno Hatta.

 

Kedua tersangka yang ditangkap adalah MST dan NR. Keduanya memiliki peranan berbeda. MST yang mencetak buku-buku kuning palsu dan NR yang memesan serta menjualnya. " Kami amankan dua tersangka, dari tangan pelaku ada enam rim hasil cetak ICV palsu yang diamankan. Enam rim ini dapat membuat  2.500 buah buku kuning," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Kompol Dhany Aryanda, Jumat (7/2/2014).

Selain hasil cetak, polisi juga berhasil mengamankan 1 unit mesin cetak, 4 lembar plat master untuk mencetak dan 93 buku kuning palsu. "Keduanya sudah beroperasi sejak 2007. Selama ini pelaku telah menjual sebanyak 1.200 eksemplar buku kuning palsu.  Harganya  Rp10.000 per eksemplar," terangnya kembali.

Terungkapnya kasus kartu kuning, palsu ini kata Dhany berdasarkan laporan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKS) Kelas I Bandara Soekarno Hatta tentang temuan adanya buku kuning yang digunakan oleh jamaah umroh pada Februari 2013. "Kami selidiki, hingga akhirnya berhasil melacak NR, lalu kita jebak dengan memesan 30 eksemplar buku kuning palsu. Hingga akhirnya kita dapat melacak dimana tempat pencetakannya," tegasnya.

 

Buku kuning palsu tersebut sekilas terlihat mirip dengan yang asli. Perbedaannya tidak dapat dilihat dengan kasat mata, melainkan harus melalui sinar infra ultra violet.

Akibat perbuatan para pelaku, negara mengalami sebesar Rp 762,5 juta. Berdasarkan tarif resmi Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) per buah buku ICV dan vaksin meningitis adalah Rp305.000 ribu.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini