JAKARTA - Setiap tahun, ratusan mahasiswa di tiap kampus menerima bantuan studi dari Kemendikbud, Bidikmisi. Untuk mempermudah komunikasi antarpenerima Bidikmisi maupun antara mahasiswa dengan universitas, didirikanlah Forum Bidikmisi (FBM).
Salah satu kampus yang memiliki FBM adalah Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Menurut Sekretaris FBM UNJ, Hilwa Hauda, FBM menjadi wadah yang memudahkan komunikasi para penerima Bisikmisi dengan Pembantu Rektor III sebagai pengelola beasiswa.
"Forum ini juga menjadi wadah dalam membantu mahasiswa bidikmisi dalam memecahkan permasalahan-permasalah baik dalam hal akademik ataupun materi," kata Hilwa, seperti dinukil dari laman Kemendikbud, Rabu (12/2/2014).
Didirikan 4 April 2010, FBM UNJ kini memiliki 56 anggota. Ketua FBM UNJ, Sumardi, menjelaskan, di forum ini, para anggota dapat mengeluarkan potensi dirinya supaya lebih berkembang. Mereka bisa aktif di salah satu divisi dalam FBM, yakni divisi pengembangan sumberdaya mahasiswa, divisi kewirausahaan, divisi advokasi, divisi pendidikan dan pelatihan, dan divisi hubungan masyarakat.
Kegiatan FBM UNJ juga termasuk menjalin koordinasi dengan FBM di kampus lain. Sumardi mengimbuh, Maret mendatang, FBM UNJ akan berkunjung ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
"Kami akan bertukar pikiran mengenai program-program forum bidikmisi," tutur Sumardi.
Program unggulan FBM UNJ sendiri adalah Donasi Sahabat alias Donat. Program ini merupakan cara mahasiswa membantu teman mereka yang kesulitan finansial dengan memberikan pinjaman. Tidak hanya itu, FBM UNJ juga memiliki program bantuan bagi para mahasiswa non-bidikmisi yang membutuhkan.
Untuk lebih menyosialisasikan berbagai program mereka FBM UNJ membuka berbagai jalur komunikasi melalui media sosial. Mereka eksis di Facebook dan twitter dengan akun "bidikmisi UNJ". Informasi tentang FBM UNJ juga bisa diakses di laman forumbidikmisiunj.com.
"Ini dibuat sebagai wadah publikasi FBM UNJ. Kami juga berencana akan melakukan sosialisasi melalui media cetak," kata Sumardi.