TENGGELAMNYA kapal feri, Sewol, di Korea Selatan (Korsel) ternyata terjadi hampir bertepatan dengan tenggelamnya kapal Titanic. Kedua peristiwa tersebut dapat dikatakan sebagai kecelakaan transportasi terburuk yang pernah terjadi.
Kapal feri, Sewol, awalnya akan dipakai sebagai sarana pengangkut siswa-siswi dari 325 SMA Danwon dan 14 guru sekolah beserta penumpang lainnya. Kapal ini akan mengantarkan para penumpangnya ke tempat wisata yang tersohor di Korsel, Jeju.
Sayangnya, kapal ini harus karam sebelum sampai ke tempat tujuan. Lebih dari 200 korban dinyatakan hilang. Demikian seperti dirangkum Okezone, Kamis (17/4/2014).
Sampai saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh pihak Korsel. Bahkan, saking besarnya efek dari tenggelamnya kapal laut Korsel, negara sebesar Amerika Serikat (AS) mau menjulurkan bantuannya kepada Korsel.
Menariknya, peristiwa karamnya kapal Sewol hampir terjadi bersamaan dengan tenggelamnya kapal titanic. Titanic tenggelam pada 15 April 1912 beda satu hari dengan karamnya Sewol.
Kapal tercanggih pada zamannya tersebut harus menemui nasib nahas setelah menabrak tumpukan es yang berada di Utara Samudera Atlantik. Akibatnya, lebih dari 1.500 penumpang dinyatakan tewas dan hanya sedikit sekali yangs selamat.
Memang kejadian tenggelamnya Titanic dan Sewol yang tanggal kejadiannya hampir bersemaan hanya sebuah kebetulan. Kedua kapal pun memiliki fungsi yang berbeda jauh.
Tetapi, kejadian ini bisa dijadikan peringatan bagi industri maritim di seluruh dunia. Pasalnya, kapal laut, feri merupakan satu-satunya moda transportasi yang bisa menganggkut penumpang ataupun barang secara masal.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.