PRAHA - Beberapa orang diplomat Indonesia yang berada di Republik Ceko ditangkap di sebuah masjid di Praha. Para diplomat tersebut diperkirakan menjadi korban salah tangkap Kepolisian Ceko.
Penangkapan diawali oleh penggerebekan yang dilakukan oleh kepolisian setempat di dua tempat milik Prague centers of the Islamic Foundation. Mereka mengincar seorang pria Ceko berusia 55 tahun, yang diketahui menerjemahkan sebuah buku kontroversial ke Bahasa Ceko.
Buku itu dituduh menyebarkan kebencian. Selain itu, buku tersebut juga berisi unsur-unsur rasismen, anti-semit, xenofobia dan kekerasan terhadap ras inferior. Demikian diberitakan Praguepost, Senin (28/4/2014).
Penggerebekan ini terjadi pada Jumat 26 April 2014 lalu. Insiden yang dilakukan oleh tim khusus Kepolisian Ceko, berhasil menginterogasi 20 orang dan beberapa dari mereka dikeluarkan dari negara tersebut.
Menurut saksi, polisi mengacaukan ibadah Salat Jumat. Nahasnya, ada beberapa diplomat Indonesia yang turut serta dalam Salat Jumat dan mereka pun dibawa oleh pihak kepolisian.
Dikabarkan ada 10 warga negara Indonesia yang Salat Jumat. Enam di antaranya adalah diplomat, sementara empat lainnya adalah pelajar.
Belum diketahui apa maksud dari penangkapan para diplomat Indonesia itu. Pihak Republik Ceko pun belum memberikan keterangannya.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.