Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Korban Tewas Ledakan Tambang Turki Bertambah Jadi 282

Fajar Nugraha , Jurnalis-Jum'at, 16 Mei 2014 |09:51 WIB
Korban Tewas Ledakan Tambang Turki Bertambah Jadi 282
Protes di tambang Turki (Foto: Reuters)
A
A
A

SOMA - Korban tewas akibat ledakan tambang batu bara di Turki terus bertambah. Jumlah korban tewas saat ini dikabarkan mencapai 282 jiwa.

"Ini adalah bencana industrial terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Turki. Api masih terus muncul dari dalam tambang," ujar Menteri Energi Turki Taner Yildiz, seperti dikutip Xinhua, Jumat (16/5/2014).

"Proses penyelamatan saat ini tengah ditunda karena jumlah gas karbon monoksida yang terus meningkat," lanjutnya.

Hingga hampir 24 jam terakhir, belum ada lagi pekerja tambang yang dikeluarkan dari lokasi tambang di Soma tersebut. Sekira 150 pekerja tambang masih terjebak di bawah tanah.

Serikat pekerja tambang di Tukri melakukan mogok sebagai bentuk protes atas kecelakaan tambang yang terjadi di Soma.
Menurut pihak serikat, privatisasi yang dilakukan terhadap sektor pertambangan, telah membuat kondisi tambang menjadi berbahaya.

Protes juga terjadi ketika Perdana Menteri (PM) Turki Recy Tayyip Erdogan sedang mengunjungi lokasi meledaknya tambang batu bara. Ada insiden terjadi ketika kunjungan itu. Seorang penasihat senior PM Erdogan dituduh telah menendang pengunjuk rasa.

Berdasarkan saksi mata, para pengunjuk rasa telah menendang mobil dinas perdana menteri yang sedang konvoi. Tiba-tiba, Yerkel berlari ke para pengunjuk rasa tersebut dan menendang mereka berkali-kali.

Adegan ini terjadi selama kunjungan perdana menteri, alhasil aksi tersebut dicela oleh keluarga korban yang marah. Pemerintah Turki belum mengonfirmasi identitas dari para pengunjuk rasa tersebut.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement