Share

Kubu Prabowo: Mustahil Demokrat Pilih Jokowi-JK

Arief Setyadi , Okezone · Senin 02 Juni 2014 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 02 567 992647 u63HEEhACg.jpg Foto: Dok. Okezone

JAKARTA - Kubu pasangan Capres-Cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, meyakini kalau Partai Demokrat bakal memberikan dukungan terhadap pasangan ini di Pemilu presiden (Pilpres) 9 Juli 2014.  

 

Menurut anggota tim sukses Prabowo-Hatta, Fahri Hamzah, jika melihat sekilas dari gelagat atau irama orang-orang Partai Demokrat, selama ini tentu kalau harus memang memilih itu diantara dua, yakni Prabowo-Hatta atau Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Namun, ada berbagai pertimbangan yang bisa dicermati.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

 

"JK misalnya, dalam perspektif Pak SBY dianggap terlalu agresifkan, sampai Pak SBY tersinggung ketika dalam melakukan inisiatif, beliau (JK) selalu mengambil alih," katanya kepada Okezone, Minggu (1/6/2014).

 

Makanya, ingat betul ketika itu SBY menggalang kekuatan agar manuver JK tidak terlalu dominan karena bagaimanapun juga dalam sistem presidensial, presidenlah yang memiliki kewenangan. "Nah dari sisi Pak JK sudah ada catatan," tuturnya.

 

Nah, sekarang dari Pak Jokowi, lanjut Fahri, SBY memiliki banyak catatan dalam melihat Jokowi, dimana dalam memimpin Ibu Kota DKI Jakarta saja, dia terkesan ingin menonjol dan jalan sendiri ketimbang membangun kordinasi dengan tokoh politik lain.

 

"Jadi ada kesan Jokowi dalam penilaian SBY nih orang kaya gakbisa kerjasama. Ini juga ada catatan," tegasnya.

 

Bahkan, dalam beberapa hal, pemerintah pusat kerap dianggap sebagai penghambat pembangunan daerah. Kemudian, bila melihat koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan NasDem. Jelas, NasDem terbilang keras mengkritisi pemerintahan SBY dengan medianya Metro TV.

 

"Jadi itu juga sebagai perhitungan, belum lagi hubungan Megawati dengan SBY. Jadi faktor itu yang membuat kita bisa menyimpulkan tidak mungkinlah Demokrat mendukung Jokowi-JK, itu mustahil," terangnnya.

 

Fahri menambahkan, bila kemudian SBY tetap memilih Jokowi-JK, itu merupakan pilihan politik, tentunya tidak bisa dilarang. Yang pasti dengan kekuatan dimiliki Prabowo-Hatta saat ini. Mewakili PKS, ia optimis tetap bakal meraih kemenangan di Pilpres.

 

"Dengan kekuatan penuh kita bekerja dan insya Allah kita yakin dengan kemenangan pasangan kita," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini