Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Fakta Unik tentang Albert Einstein (2)

Ilmuwan Nyeleneh Pencipta Teori Relativitas

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Sabtu, 07 Juni 2014 |09:07 WIB
Ilmuwan <i>Nyeleneh</i> Pencipta Teori Relativitas
Albert Einstein pada 1950-an (kiri) dan saat berusia tiga tahun (kanan). (Foto: Wikimedia)
A
A
A

JAKARTA - Teori relativitas membuat nama Albert Einstein tersohor hingga ratusan tahun setelah kematiannya. Tetapi, ilmuwan fisika ini juga kondang karena pribadinya yang nyentrik.

Tidak banyak yang tahu bahwa Einstein ternyata playboy dan digilai banyak wanita. Selain itu, Einstein juga memiliki banyak kebiasaan yang bisa dikatakan nyeleneh.

Berikut ini fakta mengejutkan tentang Albert Einstein, seperti dirangkum Kampus Okezone, Sabtu (7/6/2014).

Aturan aneh untuk istri

Einstein menuntut banyak dari istri pertamanya, Mileva. Bahkan, dia memasang aturan-aturan aneh untuk sang istri. Di antara aturan tersebut adalah Mileva harus menyediakan makan tiga kali sehari, berhenti berbicara jika Einstein memintanya, dan tidak mengharapkan keintiman dari Einstein.

Tidak pernah memakai kaos kaki

Pada salah satu surat kepada istri keduanya, Elsa, Einsten menyebutkan bahwa dia tidak pernah mengenakan kaos kaki di University of Oxford. Ilmuwan kondang ini memang dikenal dengan penampilannya yang berantakan. Tetapi, banyak orang lebih memerhatikan rambut ketimbang kakinya.

Tidak akur dengan anak tertuanya

Setelah perceraian dengan Mileva, hubungan Einstein dengan anak laki-laki tertuanya, Hans Albert, mengalami guncangan. Hans menyalahkan Einstein karena meninggalkan Mileva.

Faktor lain yang menganggu hubungan ayah-anak ini adalah, setelah memenangi Nobel Fisika dan hadiah uang, Einstein hanya memberikan Mileva sejumlah kecil uang dari bunga atas hadiah tersebut. Mileva tidak mendapatkan akses ke hadiah utamanya. Hal ini membuat kondisi finansial Mileva sangat minim.

Hubungan keduanya kian buruk karena Einstein menentang keras rencana pernikahan Hans dengan Frieda Knecht pada 1927. Ketika itu, Hans yang berusia 23 tahun jatuh cinta dengan wanita lebih tua, dan bagi Einstein, tidak menarik.

Einstein memutuskan hubungan dengan ayahnya dan menyebut calon menantunya sebagai perempuan yang ingin memanfaatkan anaknya. Ketika upayanya gagal, Einstein memohon kepada Hans agar tidak memiliki anak karena hanya akan mempersulit perceraian.

Hans akhirnya bermigrasi ke Amerika Serikat (AS) dan menjadi profesor dalam bidang Hydraulic Engineering di UC Berkeley. Bahkan di negara baru, kedua ayah-anak ini tetap berjauhan. Ketika Einstein meninggal dunia, dia hanya memberikan sedikit warisan kepada Hans Albert.

Pembela hak kaum minoritas

Einstein merupakan anggota National Association for the Advancement of Colored People (NAACP); sebuah organisasi sipil untuk etnis minoritas di AS. Einstein menjadi anggota di NAACP Cabang Princeton, New Jersey, yang merupakan wilayah domisilinya di AS pada 1933.

Einstein berkorespondensi dengan pejuang hak-hak sipil WEB Dubois yang juga pendiri NAACP. Pada 1946 Einstein menyampaikan pidato di Lincoln University, Pennsylvania. Ketika itu, Einstein menyebut rasisme sebagai "sebuah penyakit". (bersambung)


Dikompilasi dari Huffington Post, Science Kidz dan Neatorama

Ikuti Try Out SBMPTN 2014 Hanya di Kampus Okezone 

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement