MOITA – Seekor banteng mengamuk di Moita, sebuah kota kecil di Portugal. Kota itu terletak di 20 kilometer dari selatan Ibu Kota Lisbon.
Korban berusia kisaran 27 dan 46 tahun, merupakan salah satu penonton yang ambil bagian dalam acara ‘running of the bulls’. Acara berlangsung di jalan-jalan kecil di kota itu. Demikian diberitakan IB Times, Selasa (16/9/2014).
Panitia sudah memperingatkan kepada penonton betapa bahayanya acara ini. Tidak diketahui berasal dari manakah korban itu, bagaimana mereka bisa meninggal atau apakah mereka terbunuh oleh banteng yang sama. Festival ini tetap akan dilanjutkan pada Senin waktu setempat.
Tahun lalu, Brian Gage lolos dari kematian dalam insiden yang sama di festival Moita. Di mana seekor banteng menyeruduknya.
Gage terseret hingga 180 meter. Bukan hanya itu, pria 57 tahun itu mengalami lima tulang patah dan bahu yang lepas, dia juga mendapatkan 300 jahitan karena insiden itu. Nyawanya diselamatkan oleh penduduk lokal yang berani menarik ekor binatang buas itu.
Even seperti ini pertama kali berlangsung di Pamplona, Spanyol. Dipopulerkan oleh Ernest Hemingway yang ditulis lewat bukunya yang berjudul The Sun Also Rises (atau dikenal Fiesta).
Setiap tahunnya ada 200-300 orang mengalami cedera di Pamplona dan sejak 1910, 15 fasilitas sudah direkam. Tahun ini, pria 23 tahun dari Nottingham, Inggris mengalami cedera serius karena insiden di festival.
Beberapa kelompok bintang sudah menolak even ini. Di Pamplona, organisasi bernama PETA menyelenggarakan even tahunan bernama "running of the nudes" sebagai bentuk penolakan acara ‘running bull’.
Di Meksiko, tujuh dari 10 orang menentang acara yang sama, meski acara tersebut dilegalkan pemerintah. (hmr)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.