Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pencarian WNI di Nepal Terkendala Penyewaan Helikopter

Pamela Sarnia , Jurnalis-Sabtu, 02 Mei 2015 |13:37 WIB
Pencarian WNI di Nepal Terkendala Penyewaan Helikopter
Situasi Kota Setelah Gempa di Nepal (Foto: Reuters)
A
A
A

KATHMANDU - Pencarian tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban gempa Nepal terhambat karena tidak dapat menyewa helikopter. Letnan Kolonel (Letkol) Penerbang Indan Gilang mengatakan semua operasional alat transportasi udara diambil alih oleh Pemerintah Nepal.

"Karena situasi darurat, semua operasional diambil alih Pemerintah Nepal sehingga untuk memakai operator swasta pun harus melalui pemerintah," kata dia.

Jumat 1 April 2015 pagi waktu setempat, Tim Penyelamatan dan Evakuasi WNI berencana menyewa helikopter swasta untuk menyisir Langtan, Dhunce, dan Kyanjin Gompa di Pegunungan Himalaya. Pasalnya, ketiga WNI itu terakhir diketahui berada di Langtan.

Letkol Indan mengungkapkan Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Nepal Iwan Wirana-atmadja telah mengontak staf Angkatan Udara Nepal untuk meminta bantuan kemudahan akses.

"Mudah-mudahan Sabtu pagi ini kita sudah dapat kabar baik," ujar dia.

Tim Penyelamatan dan Evakuasi WNI membagi area pencarian menjadi tiga yaitu pencarian dari udara dengan helikopter, darat melalui Dhunce, dan penyisiran rumah sakit di sekitar Kathmandu.

Tim Pencarian Darat menuju Dhunce berangkat dari Posko Penyelamatan dan Evakuasi WNI di Kathmandu Guest House, Thamel, Kathmandu pada Sabtu (2/5/2015) pukul 04.00 waktu setempat. Di Dhunce, Tim akan mencari Alma Parahita, Kadek Andana, serta Jeroen Hehuwa, anggota Taruna Hiking Club (THC) yang terjebak di Gunung Everest.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) RI, pada pukul 08.20, Tim Pencarian Darat menyampaikan mereka telah mencapai Gerang. Dari Gerang menuju Dhunce memakan waktu 3-4 jam dengan berjalan kaki.

Sementara, tim penyisiran rumah selesai menyisir lima lokasi yaitu Rumah Sakit (RS) TU, RS Bir, RS Norvic, rumah sakit militer dan Bandara Tribuvan. Dari hasil pencarian, diketahui tidak ada jenazah maupun korban luka WNI di kelima lokasi tersebut.

Kemlu melaporkan ada 31 WNI yang menetap di Nepal. Sebanyak 29 orang telah dihubungi dan dalam keadaan baik, namun dua orang lainnya belum dapat dihubungi.

Sementara, jumlah WNI yang mengunjungi Nepal berjumlah 66 orang. Sudah ada 31 orang yang dapat dihubungi dan dalam keadaan baik. Delapan orang lainnya tidak bisa dihubungi dan 27 orang sudah meninggalkan Nepal.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement