Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kekeringan Bikin Petani Bengkulu Menjerit

Demon Fajri , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2015 |14:41 WIB
Kekeringan <i>Bikin</i> Petani Bengkulu Menjerit
Sawah di Bengkulu alami kekeringan (Foto: Demo Fajri/Okezone)
A
A
A

BENGKULU - Ribuan hektare (ha) persawahan di Provinsi Bengkulu terancam gagal panen. Pasalnya, persawahan milik warga itu tidak dialiri air dari irigasi akibat dilanda kekeringan.

 

Hal itu seperti terjadi di Kelurahan Panorama; Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu; serta di Desa Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

"Sejak dua minggu terakhir ini sawah saya tidak sama sekali masuk air. Sebab, air dari irigasi juga sudah mulai kering," kata Uwai (42), petani di Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu, saat ditemui okezone, Minggu 28 Juni 2015.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani 'Gambung' Kelurahan Panorama, Syahabudin. Ia mengatakan, akibat dilanda kekeringan, bibit padi usia sekira tiga minggu sudah mulai menguning. Tidak hanya itu, tanah persawahan warga yang mengalami kekeringan saat ini mulai retak.

 Kekeringan, Warga Mencuci dan Mandi di Irigasi Sawah

"Tanah mulai retak-retak, bibit mulai menguning dan putih. Kalau terus begini tidak menutup kemungkinan petani sawah di sini gagal panen," jelas Syahabudin.

Bukan hanya di Kota Bengkulu yang persawahannya mengalami kekeringan. Hal serupa juga terjadi di Desa Medan Jaya Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko.

Keadaan itu seperti disampaikan Kades Medan Jaya, Aguswandi. Ia mengatakan, di Desa Medan Jaya memiliki sekira 150 ha persawahan yang mengalami kekeringan sejak memasuki kemarau dua minggu lalu.

"Areal sawah di desa kami juga sudah mengalami kekeringan. Tentunya ini berdampak pada gagal panen," pungkas Aguswandi.

 

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement