Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kekeringan di Wilayah Merapi Diperkirakan Sampai Oktober

Bramantyo , Jurnalis-Senin, 29 Juni 2015 |13:32 WIB
Kekeringan di Wilayah Merapi Diperkirakan Sampai Oktober
Kekeringan landa wilayah Lereng Merapi (Foto: Bramantyo/Okezone)
A
A
A

KLATEN – Memasuki awal kemarau tahun ini, sejumlah warga di lereng Gunung Merapi mulai mengalami kesulitan air.

Musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dari tahun sebelumnya ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten harus melakukan antisipasi sejak awal.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto, menjelaskan durasi musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

"Diprediksi tahun ini musim kemarau berada di pertengahan Juni dan diperkirakan sampai Oktober 2015," jelas Sri Winoto di Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2015).

Wilayah Klaten yang paling rawan terjadi kekeringan justru berada di sebagian desa di Kecamatan Kemalang. Terlebih lagi sudah dua bulan terakhir di wilayah Lereng Gunung Merapi hujan tidak turun lagi.

Meskipun wilayahnya berada di wilayah lerang Merapi yang seharusnya dekat dengan sumber mata air, justru di wilayah tersebut yang terdiri dari 28 desa diperkirakan terdampak kekeringan tahun ini.

"Yang paling banyak mengalami dampak kekeringan adalah wilayah di Kecamatan Kemalang. Yakni, Tlogo Watu dan Tlogo Sewu," jelasnya di Klaten, Jawa Tengah.

 Kekeringan, Warga Mencuci dan Mandi di Irigasi Sawah

Pasalnya di daerah tersebut merupakan wilayah kering, dan tidak terdapat sumber mata air. Sehingga, masyarakat banyak yang mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak penampungan air.

Namun, lanjut Sri Winoto, pihaknya akan terus mengupayakan wilayah yang rawan kekeringan untuk menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat dengan menyediakan anggaran sekira Rp200 juta.

(Carolina Christina)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement