Selain itu, kata Mausul, sekira tahun 1960-an, desa setempat dilanda hama tikus yang menyerang tanaman, pakaian bahkan bayi pun ikut digigit oleh tikus. Warga terancam kelaparan akibat peristiwa tersebut.
“Mereka kemudian berbondong-bondong ke utara ke daerah penghasil singkong untuk mengemis singkong, ada juga yang bawa garam untuk ditukar dengan singkong,” lanjut Mausul.
Dikatakan Mausul setelah peristiwa tersebut mengemis menjadi hal yang lumrah dan bahkan menjadi mata pencaharian masyarakat. Sehingga tiga dusun, masing-masing Dusun Pelanggaran Desa Branta Tinggi, Dusun Pandan Desa Panglegur dan Dusun Asem Manis Kecamatan Larangan Tokol dikenal sebagai kampung pengemis.
Selain itu faktor ekonomi juga menjadi penyebab mereka mengemis, karena rata-rata persawahan warga kering dan gersang. Sehingga sulit untuk diolah karena sering terjadi kekeringan akibat kekurangan sumber air.
(Susi Fatimah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.