Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Tahun Jokowi-JK, Peluang Reshuffle Masih Terbuka

Syukri Rahmatullah , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2015 |00:30 WIB
Satu Tahun Jokowi-JK, Peluang <i>Reshuffle</i> Masih Terbuka
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto: Ilustrasi)
A
A
A

JAKARTA - Usia pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memasuki usia setahun pada 20 Oktober 2015. Dalam setahun ini, Presiden telah melakukan reshuffle Kabinet Kerja pada 12 Agustus lalu. Sebanyak enam menteri/setingkat menteri mengalami pergantian.

Keenam menteri yang mengalami pergantian adalah Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno diganti dengan Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Sofyan Djalil diganti dengan Darmin Nasution, Menko Maritim Indroyono Soesilo diganti dengan Rizal Ramli, Kepala Bappenas Andrinov Chaniago diganti dengan Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel diganti dengan Tom Lembong, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto diganti dengan Pramono Anung. Terakhir, posisi Kepala Staf Kepresidenan yang ditinggalkan Luhut Binsar Pandjaitan diisi Teten Masduki.

Lalu, bagaimana dengan tahun kedua pemerintahan Jokowi-JK, apakah reshuffle masih akan terjadi?. Presiden Joko Widodo menjawabnya dalam wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan MNCMedia Arya Sinulingga, Senin (19/10/2015). “Kita lihat kepentingannya dulu. Kalau memang dibutuhkan bisa saja,” katanya.

Menurutnya, reshuffle kabinet sengaja dilakukan untuk melakukan perbaikan kinerja Kabinet Kerja, bukan untuk yang lain, apalagi bagi-bagi kursi. “Mestinya begitu. Kalau bukan untuk memperbaiki, untuk apa lagi?,” ujar Jokowi.

Dalam setiap reshuffle, lanjut eks Gubernur DKI Jakarta itu, ditujukan agar kabinet lebih produktif. “Menteri harus bisa merespons perubahan dengan cepat, dengan kementeriannya,” katanya.

Selama setahun menjabat sebagai Presiden, Jokowi mengaku tidak pernah mendapatkan tekanan dari partai koalisi. “Tidak ada tekanan,” ujarnya.

Dalam persepsi Jokowi, dalam sebuah Negara harus ada partai politik yang berada di dalam pemerintahan dan di luar pemerintahan. Dia juga mempersilakan jika ada parpol yang ingin bergabung dengan pemerintah. “Kalau mau gabung silakan, kalau tidak juga silakan,” jelasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement